a.
Pengertian sistem menurut para ahli
Menurut Gaol
(2008) sistem dapat diartikan sebagai hubungan antara unit yang satu dengan
unit lainnya yang saling berhubungan satu sama lain dan yang tidak dapat
dipisahkan serta menuju satu kesatuan dalam rangka untuk mencapai tujuan yang
telah ditetapkan.
Pengertian
sistem menurut Marimin, Tanjung dan Prabowo (2016) sistem adalah kesatuan usaha
yang terdiri dari bagian-bagian yang berkaitan satu sama lain yang berusaha
mencapai suatu tujuan dalam suatu lingkungan kompleks.
Menurut Indrajit (2001) sistem
adalah kumpulan – kumpulan dari komponen – komponen yang memiliki unsur
keterkaitan antar satu dengan yang lainnya.
Dari beberapa pengertian yang telah
diuraikan diatas dapat disimpulkan bahwa sistem adalah kesatuan usaha yang
terdiri dari bagian-bagian yang berkaitan atara unit satu dengan unit lainnya
dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Menurut
Khristianto, Supriyanto, dan Wahyuni (2015) informasi berarti data yang telah
dibentuk ke dalam suatu format yang mempunyai arti dan berguna bagi manusia.
Menurut
Amsyah (2005) informasi adalah data yang
sudah diolah, dibentuk, atau dimanipulasi sesuai dengan keperluan tertentu.
Menurut Kursini dan Koniyo (2007) Informasi adalah data yang sudah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi pengguna, yang bermanfaat dalam pengambilan keputusan saat ini atau mendukung sumber informasi.
Menurut Kursini dan Koniyo (2007) Informasi adalah data yang sudah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi pengguna, yang bermanfaat dalam pengambilan keputusan saat ini atau mendukung sumber informasi.
Dari
beberapa pengertian yang telah diuraikan diatas dapat disimpulkan bahwa
informasi adalah data yang telah dibentuk ke dalam suatu format yang mempunyai
arti sesuai dengan keperluan tertentu yang bermanfaat dalam pengambilan keputusan
saat ini.
a. Pengertian dari sistem informasi
menurut para ahli
Menurut
Khristianto, Supriyanto, dan Wahyuni (2015) suatu sistem informasi dapat
didefinisikan secara teknis sebagai satuan komponen yang saling berhubungan
yang mengumpulkan (atau mendapatkan kembali), memproses, menyimpan, dan
mendistribusikan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan dan kendali
dalam suatu organisasi.
Menurut Jeperson (2014) Sistem informasi adalah sistem
dengan komponen – komponen yang bekerja untuk mengolah data menjadi sebuah
informasi.
Menurut Rahmat (dalam Djahir dan
Pratita, 2014) sistem informasi merupakan kegiatan atau aktivitas yang
melibatkan serangkaian proses, berisi informasi-informasi yang digunakan untuk
mencapai tujuan.
Dari beberapa pengertian yang telah diuraikan diatas
dapat disimpulkan bahwa sistem informasi adalah suatu sistem dengan
komponen-komponen yang bekerja untuk mengolah data dan mendistibusikan
informasi untuk mencapai suatu tujuan.
Menurut
Supratman dan Mahadian (2016) psikologi adalah tentang ilmu pengetahuan yang
mempelajari perilaku manusia dalam hubungannya dengan dengan lingkungan dimana
dia tengah berada.
Menurut Wade
dan Tavris (2008) Psikologi adalah sebuah displin ilmu yang berfokus pada
perilaku dan berbagai proses mental serta cara perilaku dan berbagai proses
mental ini dipengaruhi oleh kondisi mental organisme dan lingkungan eksternal.
Menurut
Plotnik (2005) psikologi adalah ilmu tentang studi yang sistematis dan ilmiah
tentang perilaku dan proses mental.
Dari beberapa
pengertian yang telah diuraikan diatas dapat disimpulkan bahwa psikologi adalah
ilmu pengetahuan yang mempelajari perilaku manusia dan berbagai proses mental
yang dipengaruhi oleh kondisi mental organisme dan lingkungan eksternal.
Berdasarkan
dari pengertian yang telah diuraikan diatas maka sistem informasi psikologi
adalah suatu sistem
dengan komponen-komponen yang bekerja untuk mengolah data dan mendistibusikan
informasi untuk mencapai suatu tujuan proses mental yang dipengaruhi oleh
kondisi mental organisme dan lingkungan eksternal.
Menurut Stailling
(2010) Arsitektur komputer mengacu pada atribut sistem yang terlihat oleh
programmer atau, dengan kata lain, atribut yang memiliki impor langsung pada
eksekusi logis dari sebuah program.
Menurut
Suryana (2012) Arsitektur komputer adalah cara dimana sebuah sistem yang
terdiri dari network, hardware dan software distrukturkan. Arsitektur pada
dasarnya menceritakan bagaimana bentuk konstruksi sebuah sistem, bagaimana
setiap komponen sistem disusun, dan bagaimana semua aturan dan interface
(penghubung sistem) digunakan untuk mengintegrasikan seluruh komponen yang ada
tersebut. Arsitektur juga mendefinisikan fungsi, deskripsi dari format data dan
prosedur yang digunakan komunikasi diantara setiap node dan workstation.
Menurut
McLeod dan Schell (2008) Ketika seseorang memikirkan komputer, mereka sering
kali memikirkan sekumpulan prosesor komputer dan alat-alat input dan output.
Komputer mainframe terbesar dan personal computer di meja anda
memiliki arsitektur aplikasi menjalankan tugas-tugas bagi pengguna, seperti
pemgolah kata, melakukan perhitungan di spreadsheet, memanipulasi
informasi melalui basis data dan banyak lagi.
Dari pengertian
yang telah diuraikan diatas arsitektur komputer adalah mengacu pada atribut
sistem yang terdiri dari network,hardware, dan software distrukturkan.
Menurut Spector, Merrill,
Merrienboer, dan Driscoll (2008) kognisi manusia telah terlibat dalam hal
mengasimilasi, memproses, dan menggunakan informasi untuk mengarahkan tindakan
manusia. Ini merupakan contoh dari sistem pengolahan informasi di alam yang
merupakan kelas sistem pengolahan informasi yang bisa ditemukan secara alami.
Menurut
Tomasello dan Call (1997) struktur kognisi manusia adalah bentuk khusus dari
kognisi primata pada beberapa cara. Mereka telah mencoba untuk menguranginya ke
satu cara dan perputarannya, hasil akhirnya adalah bahwa kognisi primata
beralih dari usaha individu ke usaha budaya (kolektif sosial).
Menurut
Phillips (2014) teori beban kognitif menggunakan pengetahuan tentang arsitektur
kognitif manusia untuk menghasilkan prosedur pembelajaran. Pada gilirannya,
struktur arsitektur kognitif manusia didasarkan pada prinsip biologis dan
evolusioner.
Dari pengertian
yang telah diuraikan diatas bahwa struktur kognisi manusia adalah struktur
kognisi pada manusia yang di gunakan untuk mengarahkan tindakan manusia dan
menghasilkan prosedur pembelajaran.
5. Kaitan antara Arsitektur Komputer dan Struktur Kognisi
Manusia
Kaitannya
itu ada karena struktur kognisi pada manusia yang di gunakan untuk mengarahkan
tindakan manusia dan menghasilkan prosedur pembelajaran sehingga mengacu pada
atribut sistem yang terdiri dari network,hardware, dan software distrukturkan.
6. Kelemahan dan kelebihan dari arsitektur komputer bila
dibandingkan dengan struktur kognisi manusia.
a. Kelebihan dari
Arsitektur Komputer Dibandingkan dengan Struktur Kognisi Manusia
1. Kecepatan
kerja processornya hingga 1GOPS (Giga Operations Per Second)
2.
Dapat
menghemat waktu lebih banyak karena arsitektur komputer dapat mengerjakan suatu
tugas dengan sangat cepat.
3.
Bisa digunakan oleh banyak pengguna (multi user)
b. Kelemahan dari Arsitektur Komputer
Dibandingkan dengan Struktur Kognisi Manusia
1. Membutuhkan
daya listrik yang sangat besar
2.
Dalam
pengeoperasiannya, arsitektur komputer hanya berdasarkan pada aturan-aturan
yang telah dibuat dan tidak melalui emosi seperti manusia.
3. Arsitektur
komputer membutuhkan biaya yang cukup mahal untuk memilikinya karena arsitektur
komputer merupakan sebuah mesin yang dibuat oleh manusia.
Daftar Pustaka
Amsyah, Z. (2005).
Manajemen Sistem Informasi. Jakarta : Gramedia pustaka utama.
Djahir, Y. &
Pratita, D. (2014). Bahan ajar sistem informasi manajemen. Yogyakarta:
Deepublish.
Gaol, C. J. L. (2008). Sistem informasi manajemen:
Pemahaman dan aplikasi. Jakarta:
Grasindo.
Indrajit. (2001).Analisis dan
Perancangan Sistem Berorientasi Object. Bandung :Informatika.
Jeperson, H. (2014). Konsep Sistem Informasi.
Yogyakarta : Deepublish.
Khristianto, W., Supriyanto, T. & Wahyuni, S.
(2015). Sistem informasi manajemen:
Pendekatan
sosioteknik. Jember: Penerbitan UNEJ.
Kursini., & Koniyo, A. (2007). Tuntutan praktis
membangun sistem informasi akuntansi
dengan
visual basic dan microsoft SQL server. Yogyakarta: STMIK AMIKOM.
Marimin., Tanjung, H., & Prabowo, H. (2006).
Sistem informasi manajemen
SDM.
Jakarta: Grasindo.
Mcleod, Raymond,. & Schell, George p. (2008).
Sistem Informasi Manajemen (ed.10).
Jakarta
: Salemba Empat.
Phillips, D. C. (2014). Encyclopedia of educational
theory and philosophy. USA: Sage
Publications,
Inc.
Plotnik, R. (2005). Introduction Of Pyschology f
Edition. Australia : Thomson & Wadworth.
Spector, J.M., Merrill, M. D., Merrienboer, J. V.
& Driscoll, M. P. (2008). Handbook of research on educational
communications and technology, third edition. New York: Lawrence Erlbaum
Associates.
Stailings, W. (2010). Computer organization and
architecture: designing for London: Perason Education Ltd.
Supratman, L. P. & Mahadian, A. B. (2016). Psikologi
komunikasi. Yogyakarta: Deepublish.
Suryana, T. (2012).
Perancangan Arsitektur Teknologi Informasi Dengan
Pendekatan Enterprise Architecture Planning. 10(2), 223-236.
Tomasello, M. & Call, J. (1997). Primate
cognition. New York: Oxford University Press, Inc.
Wade, C. & Tavris, C. (2008). Psikologi edisi
ke-9 jilid 1. Jakarta: Penerbit Erlangga.
kelas : 4pa04
npm : 17514891






Bogor

0 komentar:
Posting Komentar