A. Pengertian Psikoterapi
Psikoterapi sebagai suatu bentuk perawatan (atau perlakuan, treatment) terhadap masalah yang timbul yang asalnya dari faktor emosi pada mana seorang yang terlatih , dengan terencana mengadakan hubungan profesional dengan pasien dengan tujuan memindahkan, mengubah sesuatu simtom dan mencegah agar simtom tidak muncul pada seseorang yang terganggu pola perilakunya, untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan pribadi secara lebih positif. (Wolberg, 1954)
Psikoterapi sebagai suatu bentuk perawatan (atau perlakuan, treatment) terhadap masalah yang timbul yang asalnya dari faktor emosi pada mana seorang yang terlatih , dengan terencana mengadakan hubungan profesional dengan pasien dengan tujuan memindahkan, mengubah sesuatu simtom dan mencegah agar simtom tidak muncul pada seseorang yang terganggu pola perilakunya, untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan pribadi secara lebih positif. (Wolberg, 1954)
Psikoterapi adalah proses jangka panjang, berhubungan
dengan upaya merekonstruksi seseorang dan perubahan yang lebih besar pada
struktur kepribadian. (Ivey & Simek-Downing, 1980)
B. Pengertian Konseling
B. Pengertian Konseling
1. Konseling adalah suatu
hubungan yang bebas dan berstruktur yang membiarkan klien memperoleh pengertian
sendiri yang membimbingnya untuk menentukan langkah-langkah positif ke arah
orientasi baru. (Rogers, 1942)
2. Konseling yaitu membantu
seseorang agar menyadari reaksi-reaksi pribadi terhadap pengaruh perilaku dari
lingkungan dan membantu seseorang membentuk makna dari perilakunya. Konseling
juga membantu klien memebentuk dan memperjelas rangkaian dari tujuan dan
nilai-nilai untuk perilaku selanjutnya. (Blocher,1966)
3. Konseling adalah proses
dimana seseorang yang mengalami kesultan (klien) dibantu untuk merasakan dan
selanjutnya bertindak dengan cara yang lebih memuaskan dirinya, melalui
interaksi dengan seseorang yang tidak terlibat yakni konselor. (Lewis,1970)
4. Konseling yaitu memberikan
altenatif-alternatif, membantu klien dalam melepaskan dan merombak pola-pola
lama, memungkinkan melakukan proses pengambilan keputusan dan menemukan
pemecahan-pemecahan yang tepat terhadap masalah. (Ivey & Simek-Downing,
1980)
Menurut
George & Cristiani (1981) tujuan utama konseling, sebagai berikut :
a. Menyediakan fasilitas untuk perubahan perilaku
Perubahan perilaku yang dikehandaki ialah perubahan yang bagaimana dan
selanjutnya bagaimana melakukan perubahan tersebut dengan bantuandari konselor.
Konselor perlu menemukan macam-macam cara agar klien mengubahhal-hal yang
diperlukan untuk pengembangan dan kemantapan dirinya, termasuk hal-hal yang ada
dalam lingkungan kehidupan klien, istilah “milieu therapy” menunjukkan
perlunya mengubah lingkungan (manipulasi lingkungan) agar selanjutnya mengubah
klien.
b. Meningkatkan ketrampilan untuk menghadapi sesuatu
Seseorang melalui proses interaksi dengan dunia luar,bisa belajar sesuatu
sebagai carauntuk menghadapi dan mengatasi masalah. Tergantung dari kemampuan
dan keterampilan dasar yang dimiliki, apakah ia akan bisa mengatasi atau tidak.
Hal ini bisa diberikan secara sistematis oleh seorang konselor dan inilah salah
satu dari tujuan konseling yakni meningkatkan keterampilan untuk menghadapi
sesuatu.
c. Meningkatkan kemampuan dalam menentukan keputusan
Dalam batas tertenbtu, konseling diarahkan agar seseorang bisa membuat
sesuatu kepuutusan pada saat penting dan benar-benar dibutuhkan, keputusan yang
diambil pada akhirnya harus merupakan keputusan yang ditentukan oleh klien
sendiri dengan bantuan konselor. Tujuan utama konseling ialah merangsang
seseorang untuk melakukan penilaian, menentukan, menerima dan bertindak atas
dasar pilihannya.
C. Letak
Perbedaan Antara Psikoterapi dan Konseling
Perbedaan antara psikoterapi dan
konseling yaitu terletak pada tujuannya. Psikoterapi dan konseling memiliki
tujuan masing-masing sebagai berikut :
Konseling yakni menitik beratkan pada upaya pencegahan agar penyimpangan yang
merusak dirinya tidak timbul. Sedangkan, psikoterapi terlebih
dahulu menangani penyimpangan yang merusak dan baru kemudian menangani usaha
pencegahannya. (Hahn & MacLean, 1955)
Konseling berhubungan dengan usaha mengatasi klien yang mengalami gangguan
kecemasan biasa. Sedangkan, psikoterapi berusaha menyembuhkan klien
atau pasien yang menderita neurosis-kecemasan. (Mowrer, 1953)
Konseling berhubungan dengan masalah-masalah perilaku yang timbul karena
perannya yang ada. Sedangkan, psikoterapi berhubungan dengan
konflik yang ada didalam diri seseorang. (Tyler,1961)
Konseling berhubungan dengan tujuan untuk memberikan
support dan mendidik-kembali. Sedangkan, psikoterapi berhubungan
dengan tujuan merekonstruksi kepribadian seseorang. (Wolberg, 1954)
Konseling tujuannya agak lebih terbatas, lebih melibatkan diri dengan
mempengaruhi perkembangan seseorang, dengan situasi sesaat dan dengan usaha
membawa seseorang agar bisa berfungsi secara adekwat (tepat) sesuai dengan
perannya. Sebaliknya, psikoterapi tujuannya lebih sentral,
tidak hanya memperatikan saat sekarang, melainkan yang akan datang, jadi usaha
untuk mengubah struktur kepribadian yang mendasar. (Stefflere & Grant,
1972)
Blocher (1966) membedakan konseling dengan psikoterapi dengan melihat pada
tujuannya, secara singkat sebagai berikut :
1. Pada konseling : developmental -
educative - preventive.
2. Pada psikoterapi : remediative -
adjustive - therapeutic.
Perbedaan konseling dan psikoterapi disimpulkan oleh Pallone (1977)
dan Patterson (1973) yang dikutip oleh Thompson & Rudolph (1983), sebagai
berikut :
Referensi :
Suardiman. (2013). Psikologi Konseling. Yogyakarta :
Perc. “STUDING”
Gunarsa, Singgih .(2007). Konseling dan psikoterapi. Jakarta : Gunung Mulia

Bogor
