Senin, 30 Oktober 2017

#SIP Computer Based Information System (CBIS) tugas softkill ke 2




A. CBIS dan DATA
1. Definisi CBIS (COMPUTER BASED INFORMATION SYSTEM)

Definisi mengenai CBIS menurut para ahli :

Menurut Wahyudi & Subando (2001) Computer Based Information System (CBIS) atau sistem informasi berbasis komputer merupakan suatu sistem pengolah data menjadi sebuah informasi yang berkualitas dan dipergunakan untuk suatu alat bantu pengambilan keputusan.
Menurut Laudon dan Laudon (2008), CBIS adalah sistem informasi berbasis komputer untuk pemrosesan dan penyebaran informasi yang mengandalkan peranti keras dan lunak. 
Menurut Goel (2010) Computer Based Information System (CBIS) menggunakan komputer dan telekomunikasi, orang dan prosedur pengumpulan, manipulasi, penyimpanan, dan pengolahan data menjadi informasi.
Dari beberapa pengertian yang telah diuraikan di atas maka dapat disimpulkan bahwa computer based information system (CBIS) adalah sistem pengolah data yang berbasis komputer untuk pemprosesan dan penyebaran informasi.
Evolusi CBIS


Selama tahun 1980-an dan awal tahun 1990-an, perusahaan raksasa multinasional banyak menyelesaikan pembangunan sistem informasi global mereka (GIS/ Global Information System), tetapi masih terdapat beberapa hal lain yang masih harus diselesaikan dalam rangka menyempurnakan sistem pengelolaan informasi berbasis komputer yang mendunia ini.

Terdapat 5 jenis evolusi yang terdapat dalam CBIS atau Computer Based Information System, yaitu :

A.    Berfokus pada Data (SIA)


Nama aplikasi sistem ini pada awalnya adalah pengolahan data elektronik atau Electronic Data Processing (EDP), kemudian berubah menjadi Data Processing (DP) dan Sistem Informasi Akuntansi (SIA).

Menurut Margianti & Suryadi (1996) SIA merupakan suatu rangkaian yang berkaitan satu sama lain untuk mendapatkan informasi dari sebuah perusahaan untuk melakukan proses pencatatan akuntansi. Tugas sistem informasi yaitu pengumpulan data, manipulasi data, penyimpanan data, dan menyediakan dokumen

B.     Berfokus pada Informasi (SIM)


Menurut Kertahadi (dalam Fatta, 2007) Sistem Informasi Manajemen (SIM) adalah suatu alat untuk menyajikan informasi dengan cara sedemikian rupa sehingga bermanfaat bagi penerima. Menurut Murdick dan Ross (dalam Fatta, 2007) tujuannya adalah untuk menyajikan informasi guna pengambilan kepurtusan pada perencanaan, pemrakarsaan, pengorganisasian, pengendalian kegiatan operasi subsistem suatu perusahaan, dan menyajikan sinergi organisasi pada proses.

C.     Berfokus pada Penunjang Keputusan (SPK)


Sistem Pendukung Keputusan merupakan suatu sistem interaktif yang mendukung keputusan dalam proses pengambilan keputusan melalui alternatif-alternatif yang diperoleh dari hasil pengolahan data, informasi dan rancangan model.

D.    Berfokus pada Komunikasi (Otomatis Kantor)


Pada waktu DSS berkembang, perhatian juga difokuskan pada otomasisasi perkantoran atau Office Automation (OA). Aplikasi OA memudahkan komunikasi dan meningkatkan produktivitas diantara manajer dan pekerja kantor melalui penggunaan alat-alat elektronik, seperti modem, fax, word processing, e-mail, dan dekstop publishing. Otomatisasi kantor sendiri berfungsi untuk memudahkan komunikasi serta meningkatkan kinerja melalui penggunaan alat-alat elektronik.  Kemudian, tujuan dari otomatisasi kantor sendiri adalah untuk menghindari biaya yang mahal, problem solving pada kelompok, dan memberikan kontribusi untuk komunikasi antar manajer.

E.     Berfokus pada Konsultasi


Komputer dapat diprogram untuk melaksanakan sebagian penalaran logis yang sama seperti manusia, suatu aplikasi yang dinamakan kecerdasan buatan (artificial intelligence) atau biasa disebut dengan sistem pendukung kecerdasan sistem pendukung ini memiliki beberapa karekteristik antara lain adalah belajar atau memahami permasalahan berdasarkan pengalaman, memberikan tanggapan yang cepat dan memuaskan terhadap situasi-situasi baru, mampu menangani masalah yang kompleks, memecahkan permasalahan berdasarkan penalaraan dan menggunakan pengetahuan untuk menyelesaikan permasalahan.



2.  Data

Menurut Situmorang (2010) data bisa juga didefinisikan sekumpulan informasi atau nilai yang diperoleh dari pengamatan (observasi) suatu obyek, data dapat berupa angka dan dapat pula merupakan lambang atau sifat.

A.    Hierarki Data
          Hierarki data adalah urutan sebuah data. Hierarki membentuk sesuatu pada beberapa aturan yang khusus atau berdasarkan peringkat (misalnya kompleksitas dan tanggung jawabnya). Berdasarkan tingkat kompleksitas nilai data, tingkatan data dapat disusun kedalam sebuah hierarki, mulai dari yang paling sederhana hingga yang paling komplek. Konsep pewarisan (inheritance) merupakan prinsip hierarki ini, dimana metode atau atribut yang ditentukan dalam sebuah objek kelas dapat diwariskan atau digunakan lagi oleh objek kelas lain di bawahnya.
Hierarki data juga dibagi atas enam tingkatan, diantaranya yaitu:
a.     Bits 
Sistem angka biner yang terdiri atas dua macam nilai saja, yaitu 0 dan 1. Sistem angka biner merupakan dasar dasar yang dapat digunakan untuk komunikasi antara manusia dan mesin (komputer) yang merupakan sekumpulan komponen elektronik dan hanya dapat membedakan dua keadaan saja (ON dan OFF). 
b.     Byte
Bagian terkecil yang dapat dialamatkan dalam memori. Byte merupakan sekumpulan bit yang secara konvensional terdiri atas kombinasi delapan bit. Satu byte digunakan untuk mengkodekan satu buah karakter dalam memori.
c.      Field 
Suatu atribut dari record yang menunjukkan suatu item dari sebuah field. Jadi field ibarat kumpulan karakter yang membentuk suatu kata.
d.     Record 
Kumpulan item yang secara logic saling berhubungan. Setiap record dapat dikenali oleh sesuatu yang mengenalinya, yaitu field kunci.
e.      File
Kumpulan record yang sejenis dan secara logic berhubungan. Pembuatan dan pemeliharaan file adalah faktor yang sangat penting dalam sistem informasi manajemen yang memakai komputer. Jadi tabel ibarat kumpulan baris/record yang membentuk satu tabel yang berarti, misal gambar mewakili tabel nilai mata kuliah MIS.
f.       Database
Database merupakan kumpulan file-file yang berhubungan secara logis dan digunakan secara rutin pada operasi-operasi sistem informasi manajemen. Semua database umumnya berisi elemen-elemen data yang disusun ke dalam file-file yang diorganisasikan berdasarkan sebuah skema atau struktur tertentu, tersimpan di hardware komputer dan dengan software untuk melakukan manipulasi data untuk kegunaan tertentu. Jadi, suatu database menunjukkan suatu kumpulan tabel yang dipakai dalam suatu lingkup perusahaan atau instansi untuk tujuan tertentu.
B.   Penyimpanan Data sekunder

Menurut Ukar (2006) penjelasan mengenai 2 (dua) jenis Secondary Storage adalah sebagai berikut :
a.     Perangkat Simpan Sequential Access Storage Device (SASD) adalah suatu perangkat simpan yang bekerja secara sekuensial. Dengan kata lain, perangkat simpan ini bekerja dengan cara membaca (atau menulis) data secara urut dari awal sampai akhir, tanpa ada kemungkinan meloncat atau melewati bagian tertentu. Contoh perangkat simpan ini adalah : kaset atau magnetic tape, punched card, dan punched paper tape. Perangkat simpan ini sudah jarang dipakai dan relatif lambat, tetapi harganya relatif murah. Perangkat simpan SASD biasanya digunakan untuk membuat cadangan (backup) data dan program, karena untuk membuat data cadangan tidak diperlukan kecepatan tinggi.
b.     Perangkat Simpan Direct Access Storage Device (DASD) adalah suatu perangkat simpan yang bekerja dengan cara langsung. Artinya, perangkat tersebut dapat membaca atau menulis langsung ditempat yang diperlukan.



C. Pemrosesan Data (Batch, On Line, Real Time)





    a.     Batch
  Batch processing adalah suatu model pengolahan data, dengan menghimpun data terlebih dahulu, dan diatur pengelompokkan datanya dalam kelompok-kelompok yang disebut batch. Tiap batch ditandai dengan identitas tertentu, serta informasi mengenai data-data yang terdapat dalam batch tersebut. Setelah data-data tersebut terkumpul dalam jumlah tertentu, data-data tersebut akan langsung diproses. Tujuan dari sistem ini adalah untuk memperbarui tiga file master; persedian, piutang, dan analisis penjualan. Perusahaan biasanya memperbarui file batch mereka secara harian, yang disebut sikulus harian.
b.     Online




Online adalah sebagai  data yang sebagai refleksi langsung diproses saat dimasukkan, pengguna biasanya hanya harus menunggu waktu yang singkat untuk jawaban. Contohnya adalah game, pengolah kata, sistem pemesanan. Pengolahan interaktif atau online mengharuskan pengguna untuk memasok input. 
c.      Real Time



          Real time adalah sistem yang mengendalikan sistem fisik, dimana sistem ini mengharuskan komputer berespon cepat pada sistem fisik. Bisa juga sebagai mekanisme pengontrolan, perekaman data, pemrosesan secara cepat sehingga output yang dihasilkan dapat diterima dalam waktu yang relatif sama. Sistem ini merupakan bentuk khusus dari sitem online yang diperluas kemampuannya dengan menggunakan sumber daya konseptual untuk menentukan operasi dari sistem fisik tersebut. Pada sistem real time, digunakan batasan waktu. Sistem dinyatakan gagal jika melewati batasan yang ada. Sistem real time banyak digunakan dalam bermacam-macam aplikasi seperti pada kamera, mp3 players, serta di pesawat dan mobil. Sistem ini juga sering dijumpai pada peralatan medis, peralatan pabrik, peralatan untuk riset ilmiah, dan sebagainya.




D. Database dan DBMS


A.  Database




               Menurut Connolly dan Begg (2010), database adalah kumpulan berbagai data logika terkait dan deskripsi, yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan informasi organisasi. Menurut O’Brien dan George (2010), database adalah kumpulan elemen data yang terintegrasi yang berhubungan secara logikal. Dari beberapa pengertian yang telah diuraikan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa database adalah kumpulan data yang berhubungan secara logikal antara satu file dengan file yang lain sehingga membentuk satu bangunan data dan disimpan berdasarkan suatu skema untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan oleh organisasi.
B.   DBMS
Menurut Connolly dan Begg (2010) Database Management System (DBMS) adalah sebuah sistem software yang memungkinkan pengguna untuk mendefinisikan, membuat, me-maintain, dan mengontrol akses ke database.
E. Peranan Database dalam Psikologi

Peranan database dalam dunia psikologi sangat fungsional terutama dalam bidang psikologi industri dan organisasi. Pembuatan database dalam dunia psikologi sangat memudahkan user dalam pencarian data yang dibutuhkan. Contohnya, jika seorang HRD yang ditugaskan memberikan penilaian kepada salah satu karyawan maka ia harus melihat data-data terdahulu yang disimpan pada database yang berisi data-data mengenai identitas karyawan hingga hasil tes psikologi terdahulu, dan sebagainya. Dengan adanya database tersebut, user hanya membutuhkan satu primary key untuk mendapatkan data yang dibutuhkan, sehingga tidak terjadi data ganda. Secara garis besar, database sangat membantu sebagai penyimpanan dan pencarian data. Selain itu, data dalam database dapat terjamin kerahasiaannya dan hal ini sangat sesuai dengan kode etik dalam dunia psikologi dalam menjaga kerahasiaan data-data ataupun hasil dari pemeriksaan psikologi seseorang.




3. Sistem pakar (SP) dan Artificial Intelligence (AI)




    A.     Definisi SP & AI
Menurut Kristanto (1994), sistem pakar adalah program kecerdasan buatan yang menggambungkan basis pengetahuan (knowledge base) dengan mesin inferensi. Inferensi adalah suatu proses memperoleh pengetahuan berdasarkan pengalaman yang terjadi. Menurut Turban (2010), sistem pakar adalah program komputer yang menirukan seorang pakar dengan keahlian pada suatu wilayah pengetahuan tertentu. Permasalahan yang ditangani seorang pakar jelas bukan hanya alogaritma, namun lebih dari itu seorang pakar biasanya menyelesaikan masalah yang lebih rumit dan pemahamannya sulit utuk di pahami. Sistem pakar juga demikian, bukan hanya berisi alogaritma namun juga pengetahuan dan aturan.
Menurut Martin dan Oxmon (dalam Kusrini, 2008) pada dasarnya sistem pakar diterapkan untuk mendukung aktivitas pemecahan masalah. Beberapa aktivitas pemecahan yang dimaksud antara lain: pembuatan keputusan (decision making), pemaduan pengetahuan (knowledge fusing), pembuatan desain (designing), perencanaan (planning), prakiraan (forecasting), pengaturan (regulating), pengendalian (controlling), diagnosis (diagnosing), perumusan (prescribing), penjelasan (explaining), pemberian nasihat (advising) dan pelatihan (tutoring). Sebagai contoh, dokter adalah seorang pakar yang mampu mendiagnosis penyakit yang diderita oleh pasien serta dapat memberikan penatalaksanaan terhadap penyakit tersebut. Tidak semua orang dapat mengambil keputusan mengenai diagnosis dan memberikan penatalaksanaan suatu penyakit.
Berdasarkan uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa sistem pakar adalah program kecerdasan buatan yang menggabungkan basis pengetahun dengan mesin iferensi untuk mendukung aktivitas pemecahan masalah.



Artificial Intelligence dapat pula diartikan sebagai rekayasa kecerdasan yang didasarkan pada kecerdasan manusia. Sesuai dengan kecerdasan manusia, kecerdasan buatan dicirikan dengan adanya kemampuan untuk bernalar (reasoning) dan kemampuan untuk belajar dari pengalaman di lingkungan (learning).
Menurut Simon (1987), kecerdasan buatan adalah sebuah tempat sebuah penelitian, aplikasi dan instruksi yang terkait dengan pemrograman komputer untuk melakukan suatu hal yang dalam pandangan manusia adalah cerdas.
Menurut Kristianto (1994), mendefinisikan kecerdasan buatan merupakan bagian dari ilmu pengetahuan komputer yang khusus ditunjukan dalam perancangan otomatisasi tingkah laku cerdas  dalam sistem kecerdasan komputer. Artificial Intelligence adalah sebuah rancangan program yang memungkinkan komputer melakukan suatu tugas atau mengambil keputusan dengan meniru cara berpikir dan penalaran manusia. Artificial Intelligence yaitu, ilmu tentang pembuatan mesin yang bekerja untuk memecahkan masalah dan melakukan pekerjaan yang sulit seperti otak manusia dalam melakukan hal itu sendiri.
  Berdasarkan dari uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) adalah sebuah tempat penelitian, aplikasi dan intruksi yang khusus ditujukan dalam perancangan otomatisasi tingkah laku cerdas dalam sistem kecerdasan komputer.
     



    B. Sejarah SP sistem pakar & AI
Sistem pakar merupakan program yang dapat menggantikan keberadaan seorang pakar. Alasan mendasar mengapa Expert System dikembangkan untuk menggantikan seorang pakar yaitu dapat menyediakan kepakaran setiap waktu dan di berbagai lokasi, secara otomatis mengerjakan tugas-tigas rutin yang membutuhkan seorang pakar, bila seorang pakar akan pensiun atau pergi, lalu menghadirkan atau menggunakan jasa seorang pakar memerlukan biaya yang mahal dan kepakaran dibutuhkan juga pada lingkungan yang tidak bersahabat (hostile environment).
Sistem pakar yang baik harus memenuhi ciri-ciri yaitu memiliki informasi yang handal, mudah dimodifikasi, dapat digunakan dalam berbagai jenis computer dan memiliki kemampuan untuk belajar beradaptasi. Kemampuan sistem pakar yaitu menjawab berbagai pertanyaan yang menyangkut bidang keahliannya, bila diperlukan dapat menyajikan asumsi dan alur penalaran yang digunakan untuk sampai ke jawaban yang dikehendaki, menambah fakta kaidah dan alur penalaran sahih yang baru ke dalam otaknya.
Pada sejarah artificial intelligence, awal pekerjaan dipusatkan seperti game playing (misalnya audio dengan kecerdasan dan permainan catur (chess player), pembuktian teorema (theorem proving) pada tugas-tugas formal (formal task). Tahun 1963, Samual menulis sebuah program yang diberi nama check-er-playing program, yang tidak hanya untuk bermain game tetapi juga digunakan pengalamannya pada permainan untuk mendukung kemampuan sebelumnya. Catur juga diterima, karena banyak sekali perhatian terhadap permainan catur yang merupakan permainan yang lengkap atau kompleks, program catur di sini situasinya harus seperti dunia nyata. Kandidat AI harus mampu menghadapi masalah-masalah yang rumit.
Tahun 1950-an adalah periode usaha aktif dalam Artificial Intelligence. Pada tahun 1951, program Artificial Intelligence pertama yang bekerja untuk menjalankan mesin Ferranti Mark I di University Manchester (UK): sebuah permainan naskah yang ditulis oleh Christopher Strachey dan program permainan catur yang ditulis oleh Dietrich Prinz. Tahun 1990-an ditandai perolehan besar dalam berbagai bidang AI dan demonstrasi berbagai macam aplikasi. Lebih khusus DEEP BLUE, yaitu sebuah komputer permainan catur, mengalahkan Garry Kasparov dalam sebuah pertandingan 6 game yang terkenal pada tahun 1997. DARPA menyatakan bahwa biaya yang disimpan melalui penerapa metode AI untuk unit penjadwalan dalam Perang Teluk pertama telah mengganti seluruh investasi dalam penelitian AI sejak tahun 1950 pada pemerintah AS.
 


C. Hubungan Artifical Intelligence & Kognisi Manusia
Artificial Intelligence merupakan salah satu bagian ilmu komputer yang membuat agar mesin (komputer) dapat melakukan pekerjaan seperti dan sebaik yang dilakukan manusia. Pada awal diciptakannya, komputer hanya difungsikan sebagai alat hitung saja. Namun seiring dengan perkembangan jaman, maka peran komputer semakin mendominasi kehidupan umat manusia. Komputer tidak lagi hanya digunakan sebagai alat hitung, lebih dari itu, komputer diharapkan untuk dapat diberdayakan untuk mengerjakan sesuatu yang bisa dikerjakan oleh manusia. Sedangkan Kognisi diartikan sebagai pemahaman terhadap pengetahuan atau kemampuan untuk memperoleh pengetahuan. Proses yang dilakukan adalah memperoleh pengetahuan dan memanipulasi pengetahuan melalui aktivitas mengingat, menganalisis, memahami, menilai, menalar, membayangkan dan berbahasa. Kapasitas atau kemampuan kognisi biasa diartikan sebagai kecerdasan atau inteligensi. Bidang ilmu yang mempelajari kognisi beragam, di antaranya adalah psikologi, filsafat, komunikasi, neurosains, serta kecerdasan buatan.


 D. Aplikasi Sistem Pakar 
a. ELIZA

Menurut Kusrini (2006) Program yang dipublikasikan oleh Joseph Weizenbaum pada tahun 1966, yang dapat mengelabui pengguna hingga mempercayai bahwa mereka sedang bercakap-cakap dengan manusia nyata. Tujuan dari pembuatan program ini adalah untuk meniru pembicaraan antara seorang psikolog dan pasiennya, dalam hal ini, Eliza berperan sebagai psikoterapis dan memberikan saran dan nasihat tentang masalah penggunanya. Kunci metode operasional Eliza melibatkan rekognisi dari isyarat kata-kata atau kalimat input, dan output berupa tanggapan yang telah dipersiapkan atau diprogram, yang dapat meneruskan percakapan dengan suatu cara sehingga tampak bermakna.
b.  PARRY



Menurut Kusrini (2006) Parry dibuat pada tahun 1972 oleh psikiatris Kenneth Colby ketika di Universitas Stanford. Parry bertujuan untuk merefleksikan pikiran pasien dengan mental paranoid yang serius. Program ini menjalankan model mentahan dari prilaku schizophren paranoid berdasarkan konsep, konseptualisasi dan kepercayaan (penilaian tentang konseptualisasi : penerimaan, penolakan, dan netral). Ini juga menggunakan strategi percakapan, lebih serius dan merupakan program lanjutan dari Eliza.
c. NETTALK

Menurut Kusrini (2006) Connectionism adalah gerakan dalam ilmu kognitif yang berharap untuk menjelaskan kemampuan intelektual manusia menggunakan jaringan syaraf tiruan (juga dikenal sebagai “jaringan syaraf” atau “jaring syaraf”). jaringan syaraf disederhanakan model otak terdiri dari sejumlah besar unit (young analog neuron) bersama-sama dengan bobot yang mengukur kekuatan hubungan antara unit. Model ini berat efek dari sinaps yang menghubungkan satu neuron yang lain. Percobaan pada model semacam ini telah menunjukkan kemampuan untuk mempelajari keterampilan seperti pengenalan wajah, membaca, dan deteksi struktur gramatikal sederhana. Connectionists telah membuat kemajuan yang signifikan dalam menunjukkan kekuatan jaringan saraf untuk menguasai tugas-tugas kognitif. Berikut adalah tiga percobaan terkenal yang telah mendorong connectionists untuk percaya bahwa JST model yang baik dari kecerdasan manusia.
Salah satu yang paling menarik dari upaya tersebut adalah kerja 1987 Sejnowski dan Rosenberg di jaring yang dapat membaca teks bahasa Inggris disebut NETTALK. Pelatihan ditetapkan untuk NETTALK adalah basis data yang besar terdiri dari teks bahasa Inggris ditambah dengan output yang sesuai fonetik-nya, yang ditulis dalam kode yang cocok untuk digunakan dengan synthesizer pidato. Tape kinerja NETTALK di berbagai tahap pelatihan mendengarkan sangat menarik. Pada awalnya output random noise. Kemudian, bersih suara seperti itu mengoceh, dan kemudian masih seolah-olah itu adalah berbahasa Inggris double-talk (pidato yang dibentuk dari suara yang menyerupai kata dalam bahasa Inggris). Pada akhir pelatihan, NETTALK melakukan pekerjaan yang cukup baik mengucapkan teks diberikan. Selain itu, kemampuan ini generalizes cukup baik untuk teks yang tidak disajikan pada training set.
d.      Generalisasi Peranan Artificial Intelligent (AI) dalam Bidang Psikologi
Komputer yang menggunakan AI dapat digunakan untuk mengumpulkan informasi tentang objek, kegiatan (events), proses dan dapat memproses sejumlah besar informasi dengan lebih efisien daripada yang data dikerjakan manusia. Namun di sisi lain, dengan menggunakan insting, manusia dapat melakukan hal yang sulit untuk di program pada komputer. Manusia dapat mengenali (recognize) hubungan antara beberapa hal, menilai kualitas dan menemukan pola yang menjelaskan hubungan tersebut.
Kontribusi AI dalam psikologi sangat besar, dengan adanya AI memungkinkan seseorang dapat melakukan proses konseling tanpa harus bertemu secara tatap muka. Selain itu, tugas-tugas psikolog seperti proses scoring hasil tes dapat  dipermudah pengerjaannya dengan adanya program yang mendukung di dalam komputer.

Daftar Pustaka
Amsyah, Z. (2005). Manajemen sistem informasi. Jakarta: PT. Gramedia.
Connolly, T.& Begg, C.(2010). Database system: A Practical approach to design,implementation, and management, fifth edition. Boston: Pearson Education.
Fatta,H. A.(2007). Analisis & perancangan sistem informasi. Yogyakarta: Penerbit Andi.
Goel, A.(2010). Computer fundamentals. India: Darling Kindersley.
Kristanto, H.(1994). Konsep dan perancangan database. Yogyakarta: Penerbit andi.
Kusrini.(2008). Aplikasi sistem pakar menentukan faktor kepastian pengguna dengan metode kuantifikasi pertanyaan. Yogyakarta: Penerbit Andi.
Margianti, E. S & Suryadi, H. S.(1996). Sistem informasi manajemen. Jakarta Universitas Gunadarma .
Simon, H. A.(1978). Sistem pakar teori dan aplikasi. Yogyakarta: Andi Offset. 
Situmorang, S. H.(2010). Analisis data untuk riset manajemen dan bisnis. Medan:Ussu Press.
Ukar, K. (2006). Pengenalan komputer. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.
Turban, E. R. & Potter, R. E.(2010). Introduction to information technology third edition. USA: Wiley Publishing.
Wahyudi, K. & Subando,A. M.(2001).  Sistem informasi manajemen. Yogyakarta:Gadjah Mada University Press. 
  



 




A
Neneng Komariah / 4PA04/17514891



 

Hello, this is my blog Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang