Minggu, 24 April 2016

ANALISIS FILM (KESEHATAN MENTAL)

Analisis Film Tentang Kesehatan Mental Mental Personality Disorder/ Dissociative Identity Disorder
(Black Swan)

Nama Kelompok
1. Bunga Anggrit S (12514245)
2. Muhammad Ali Reza (17514073)
3.Neneng Komariah (17514891)
4.Saniya (19514998)


Kelas : 2PA04


UNIVERSITAS GUNADARMA



BAB 1
Pendahuluan 


1.1 Latar Belakang

Kepribadian ganda atau Dissociative Identity Disorder (DID) atau Multiple Personality Disorder (MPD) adalah suatu keadaan terpecahnya kepribadian individu yang memicu akan kehadiaran kepribadian lain , jadi dengan kata lain adalah seseorang yang memiliki kepribadian lebih dari satu. Di dalam film “Black Swan” dimana penderita kepribadian ganda   itu sendiri adalah seorang pemeran utama Nina (di perankan oleh Natalie Portman), yang memiliki ambisi untuk bisa lolos dalam casting pemeran utama untuk pementasan ballet. Pementasan ballet ini akan mengusung tema tentang dua saudara kembar , yaitu White Swan dan Black Swan. Nina harus berusaha keras untuk mendapatkan peran itu. Tentu bukan hal yang mudah untuk memerankan dua tokoh sekaligus. 

1.2 Rumusan Masalah
1. Apa pengertian Dissociative Identity Disorder (DID) atau Multiple Personality Disorder (MPD)  ?
2. Bagaimana gejala dari DID atau MPD ?
3.Apa Penyebab dari DID atau MPD ?
4. Bagaimana cara penyembuhan DID atau MPD?

1.3 Tujuan
      
  Agar kita memahami dan mengerti apa yang dimaksud dengan Kepribadian Ganda (Dissociative Identity Disorder / Multiple Personality Disorder) . Bagaimana cara kita mengetahui orang-orang yang memiliki gangguan mental seperti itu dan mengetahui cara penanganan apabila kita bertemu orang dengan gangguan mentak seperti delusi

                           BAB 2 
                  PEMBAHASAN

 PENGERTIAN
Apa itu kepribadian ganda?
Seringkali kita mendengar istilah ‘kepribadian ganda’.  Bahkan kadang mengambil kesimpulan secara sepihak ketika menyaksikan seseorang yang sebentar sangat lembut, tapi di lain waktu dapat meledak-ledak. Kepribadian ganda atau Multiple Personality Disorder adalah suatu kondisi di mana kepribadian seseorang terpecah menjadi dua kepribadian atau lebih.  Dengan kata lain, kepribadian ganda merupakan keadaan disorientasi berpikir tingkat akut yang menyebabkan penderita tidak sadar akan tindakan, perasaan, ingatan, dan identitasnya. Kepribadian lain muncul karena adanya ketidakpuasan, rasa takut, trauma masa kanak-kanak, perlindungan diri, dan keinginan dari pribadi utama yang tidak dapat diwujudkan.
Dalam kesehariannya, dua pribadi yang muncul bisa saling mengenal dan bekerja sama. Akan tetapi dalam kasus tertentu, dua pribadi tersebut tidak saling mengenal dan sifatnya bertolak belakang. Dan penderita tidak menyadarinya.

Gejala Kepribadian Ganda
1. Depersonalisasi dan derealisasi

Penderita mengalami halusinasi visual. Penderita merasa terpisah dari dirinya serta mengganggap dirinya tidak nyata, di mana penderita merasa mengamati dirinya sendiri, layanknya menonton sebuah film.

2. Amnesia, distorsi, dan penyimpangan waktu

Penderita menemukan dirinya berada di suatu tempat dan kejadian tanpa sadar kapan dan bagaimana bisa sampai ke tempat tersebut.

3. Halusinasi auditori dan keinginan untuk bunuh diri

Penderita mendengar suara-suara di luar dirinya. Dalam beberapa kasus, muncul keinginan untuk bunuh diri.

4. Fluktuasi tingkat kemampuan dan gambaran diri

Proses switching kepribadian menyebabkan kemampuan dan gambaran diri penderita berubah-ubah sesuai kemampuan yang dimiliki oleh masing-masing kepribadian.

5. Depresi

Depresi muncul karena penderita menemukan dirinya dalam suatu kondisi dan ia tidak dapat mengingat mengapa ia ada pada kondisi itu.





Teori Psikoanalisa

Sigmund Freud, melaui  teori  Psikoanalisa miliknya, mengungkapkan saat seseorang mengalami kejadian buruk,  pengalaman tersebut akan ditekan ke alam bawah sadar. Saat seseorang benar-benar  tidak bisa menerima suatu kejadian, maka ia akan menciptakan sosok pribadi lain dari dalam dirinya sebagai mekanisme pertahanan diri. Kepribadian-kepribadian baru akan terus muncul jika ada peristiwa yang tidak dapat diatasi.

 Penyebab Gangguan Kepribadian Ganda

Ketika kita dewasa, kita memiliki karakter dan kepribadian yang cukup kuat dalam menghadapi masalah-masalah kehidupan. Namun, pada anak yang masih berusia di bawah tujuh tahun, kekuatan itu belum muncul sehingga mereka akan mencari cara lain untuk bertahan terhadap sebuah pengalaman traumatis, yaitu dengan Disosiasi.
Dengan menggunakan cara ini, seorang anak dapat membuat pikiran sadarnya terlepas dari pengalaman mengerikan yang menimpanya.
Menurut Colin Ross yang menulis buku The Osiris Complex (1995), proses disosiasi pada anak yang mengarah kepada kelainan DID terdiri dari dua proses psikologis. Kita akan mengambil contoh pelecehan seksual yang dialami oleh seorang anak perempuan.


         Proses Pertama: anak perempuan yang berulang-ulang mengalami penganiayaan seksual akan berusaha menyangkal pengalaman ini di dalam pikirannya supaya bisa terbebas dari rasa sakit yang luar biasa. Ia bisa mengalami "out of body experience" yang membuat ia "terlepas" dari tubuhnya dan dari pengalaman traumatis yang sedang berlangsung. Ia mungkin bisa merasakan rohnya melayang hingga ke langit-langit dan membayangkan dirinya sedang melihat kepada anak perempuan lain yang sedang mengalami pelecehan seksual. Dengan kata lain, identitas baru yang berbeda telah muncul.


Proses Kedua, sebuah penghalang memori kemudian dibangun antara anak perempuan itu dengan identitas baru yang telah diciptakan.
Sekarang, sebuah kesadaran baru telah terbentuk. Pelecehan seksual tersebut tidak pernah terjadi padanya dan ia tidak bisa mengingat apapun mengenainya.
Apabila pelecehan seksual terus berlanjut, maka proses ini akan terus berulang sehingga ia akan kembali menciptakan banyak identitas baru untuk mengatasinya. Ketika kebiasaan disosiasi ini telah mendarah daging, sang anak juga akan menciptakan identitas baru untuk hal-hal yang tidak berhubungan dengan pengalaman traumatis seperti pergi ke sekolah atau bermain bersama teman

          
Pengobatan

Pengobatan kepribadian ganda dilakukan dengan psikoterapi dan hypnosis. Melalui  hypnosis, terapis akan mengungkap semua kepribadian yang terdapat dalam diri penderita. Proses ini berlangsung dengan menghipnosis individu untuk dapat menerima dan bersatu dengan kepribadian lainnya. Pada tahap ini, penderita dapat merasakan semua hal-hal yang dialami kepribadian lainnya, seperti perasaan takut, disakiti, dilecehkan.  Dalam kasus tertentu, diperlukan bantuan medis, seperti obat-obatan anti depresan dan anti psikotik untuk mempertahankan pikiran dan perasaan penderita dalam kondisi normal.

              BAB 3
                          SINOPSIS DAN ANALISIS FILM
  

Sinopsis Film Black Swan

Menceritakan tentang seorang balerina yang memiliki kepribadian lembut bernama Nina yang terobsesi untuk bisa memainkan peran Queen Swan pada pertunjukan balerina. Dalam perjuangannya saat mencari feel menjadi dua kepribadian yang berbeda yaitu White Swan yang lemah lembut dan Black Swan yang arogan dan egois serta bebas. Cerita klasik yang diangkat untuk pertunjukan tersebut menuntut Nina untuk memerankan dua karakter yang begitu berbeda dalam satu waktu tentu saja itu membuatnya kesulitan. Cerita ini terus bergulir dengan memperlihatkan bagaimana obsesi Nina yang begitu besar agar dapat tampil secara sempurna saat pertunjukan, sehingga sisi gelap dalam dirinya ikut meronta keluar. Nina yang begitu diam lemah lembut bertindak nekat dengan mencuri barang-barang Beth -pemeran Queen Swan pada pertunjukkan sebelumnya- bahkan ia tega melukai Ibunya saat ia dilarang datang ke pertunjukkannya. Banyak halusinasi yang dibayangkan oleh Nina seaka-akan itu bukanlah diri Nina yang biasanya, meski pada awalnya ia tidak menyadarinya tapi pada akhirnya ia sadar jika ia memiliki kepribadian ganda. Film berdurasi hampir 2 jam ini begitu memperlihatkan alur yang kompleks, bukan perkara alur maju atau mundur tapi lebih pada sudut pandang Nina sebagai sosok yang lemah lembut atau sebagai sosok liarnya yang terkadang hanya imajinasinya semata.
Film ini benar-benar berusaha menunjukkan pada semua penikmatnya jika manusia tidak selamanya akan menjadi sosok yang baik ada kalanya manusia akan menunjukkan sisi hitam pada dirinya, entah apakah ia akan menyadarinya atau tidak. Sedikit membingungkan ketika kita dihadapkan pada pergantian sosok Nina yang di perankan oleh Natalie Portman, yang menurut kabar adalah seorang sarjana psikologi dari Universitas Harvard. Pertama kali mengetahui biodata mengenai pemeran Nina tentu kita akan mengatakan dia benar-benar lihai dalam memainkan karakternya. Sosok Nina yang diduga memiliki kepribadian ganda yang dikenal dengan sebutan Multiple Personality Disorder (MPD) atau juga Dissociative Identity Disorder (DID). Fsaat awal-awal film ini sosok lain dalam diri Nina tidak begitu digambarkan dengan jelas pada adegan-adegannya hanya terkadang Nina melihat sosok lain yang ia ‘kira’ dirinya padahal bukan. Hal itu ditunjukkan saat scane di dalam kereta saat itu belum ada pengumuman mengenai akan diadakannya pertunjukkan Black Swan tapi sudah mulai ditunjukkan tanda-tanda jika Nina mulai berhalusinasi. Lalu saat Nina melewati lorong dan berpapasan dengan wanita ia melihat jika wanita itu memiliki wajah yang mirip dengannya padahal bukan. Halusinasi yang dialamai Nina kian sering ketika ia terpilih menjadi Queen Swan karena sang ‘produser’ belum merasa puas dengan penampilan Black Swan yang ditunjukkan Nina.

Sisi Gelap dan Sisi Terang seorang Nina Sawyer
Seorang gadis yang sangat manis bahkan ibunya memanggilnya sweet heart, dengan usianya yang sudah menginjak dewasa tentu panggilan seperti itu sangat aneh. Nina yang hanya tinggal dengan Ibunya benar-benar menggantungkan hidupnya pada sang ibu, ia terlihat sangat menyayangi ibunya ia adalah gadis penurut. Ibunya juga terlihat menyayanginya hanya saja jika kita lihat selama film itu terlihat samar jika Ibunya memaksakan ‘obsesinya’ pada Nina. Saya berpikir jika mungkin saja itu hanyalah pikiran saya tapi ternyata beberapa teman yang melihatnya pun berpikiran sama. Sangat samar ibunya menuntut Nina untuk menjadi seperti apa yang ia inginkan. Mungkin saja Ibunya ingin sekali Nina tetap menjadi gadis kecil penurut yang menuruti semua keinginannya. Panggilan sweet heart untuk usia seperti Nina tentu aneh. Bahkan kamar tidur Nina terlihat sangat kekanakan, begitu banyak boneka yang lebih mengesankan jika yang tinggal di kamar itu adalah gadis kecil bukan gadis dewasa.
Sosok penurut yang didambakan oleh Ibunya pun bisa diwujudkan oleh Nina dengan sukses, selama ia hidup ia selalu menuruti kata-kata ibunya. Tapi tentu tidak selamanya kan anak-anak akan tetap menjadi anak kecil?
Itulah yang dihadapi oleh Nina.
Tantangan hidup pertamanya adalah ketika ia mendapatkan peran Queen Swan. Ia dituntut memerankan karakter yang berbeda dengan kesehariannya. Dalam mendapatkan feel untuk memerankan peran tersebut Nina seakan-akan mencoba untuk menjadi pribadi yang benar-benar baru. Pribadi pembangkang, pribadi yang lebih bebas yang sangat bertolak belakang dengan dirinya yang dulu.
Sisi pemberontak yang mungkin tidak pernah ditunjukkan oleh Nina sedikit demi sedikit mulai keluar, dengan membuat ‘mendalami karakter’ yang ia perankan Nina mampu menunjukkan sisi lain kehidupannya.

Analisis Film Black Swan

Penyebab Awal munculnya Gangguan:
Sepertinya Nina merupakan yang tidak bisa mengingat atau mungkin tidak menyadari jika ia memiliki pribadi yang lainnya, tapi pada akhirnya Nina sedikit paham jika ada ‘diri’ yang lain yang ada dalam dirinya. Hal ini terlihat pada saat ia berlatih dan melihat ke arah kaca, gerakan yang dilakukan oleh bayangannya sedikit lambat. Entah kenapa dalam film-film yang memperlihatkan mengenai kepribadian ganda selalu menggunakan kaca sebagi media yang menyadarka seseorang jika ia memiliki kepribadian ganda.
Ciri-ciri Kepribadian Ganda (Multiple Personality Disorder atau Dissociative Identity Disorder):
1.      Depersonalisasi dan derealisasi .Penderita mengalami halusinasi visual. Penderita merasa terpisah dari dirinya serta mengganggap dirinya tidak nyata, di mana penderita merasa mengamati dirinya sendiri, layanknya menonton sebuah film. Dalam film ini Nina merupakan orang yang tidak bisa mengingat atau mungkin tidak menyadari jika ia memiliki pribadi yang lainnya, tapi pada akhirnya Nina sedikit paham jika ada ‘diri’ yang lain yang ada dalam dirinya. Hal ini terlihat pada saat ia berlatih dan melihat ke arah kaca, gerakan yang dilakukan oleh bayangannya sedikit lambat
2.      Amnesia, distorsi, dan penyimpangan waktu Penderita menemukan dirinya berada di suatu tempat dan kejadian tanpa sadar kapan dan bagaimana bisa sampai ke tempat tersebut. Dalam film ini diceritakan ketika Nina diajak pergi kesebuah club malam oleh Lily dan disana Nina mengalami mabuk berat yang belum pernah ia alami selama hidupnya. Nina juga melakukan hubungan sex dengan pria yang dikenalkan oleh Lily kepadanya. Selain itu Nina juga berhubungan sex dengan Lily yang ternyata itu bukanlah sosok Lily melainkan ‘sosok lain’.
3.      Halusinasi. Penderita mendengar suara-suara di luar dirinya. Dalam beberapa kasus, muncul keinginan untuk bunuh diri. Didalam film ini, Nina menganggap Lily adalah penyebab utama dirinya berubah dan karena Lily adalah cadangan Nina dalam memerankan tokoh White Swan dan Black Swan lalu Nina membunuh Lily dengan pecahan kaca dan memasukan mayat Lily kedalam kamar mandi dan ternyata itu hanya halusinasi Nina karena setelah ia tampil ternayata Lily datang keruangan Nina untuk memberinya ucapan selamat atas penampilannya tadi. Karena sebenarnya adalah Nina menusukan kaca itu kepada dirinya sendiri. Selain itu Nina juga datang kerumah sakit tempat Beth dirawat. Disitu Nina melihat Beth sangat frustasi karena posisinya yang
digantikan oleh Nina. Tiba-tiba Beth menusukan pipinya dengan gunting yang ternyata itu adalah halusinasi Nina dan yang sebenarnya menusukan gunting ke pipi Beth adalah Nina.
4.      Fluktuasi tingkat kemampuan dan gambaran diri. Proses switching kepribadian menyebabkan kemampuan dan gambaran diri penderita berubah-ubah sesuai kemampuan yang dimiliki oleh masing-masing kepribadian. Dalam film ini, tantangan hidup pertamanya adalah ketika ia mendapatkan peran Queen Swan. Ia dituntut memerankan karakter yang berbeda dengan kesehariannya. Dalam mendapatkan feel untuk memerankan peran tersebut Nina seakan-akan mencoba untuk menjadi pribadi yang benar-benar baru. Pribadi pembangkang, pribadi yang lebih bebas yang sangat bertolak belakang dengan dirinya yang dulu
5.      Depresi. Depresi muncul karena penderita menemukan dirinya dalam suatu kondisi dan ia tidak dapat mengingat mengapa ia ada pada kondisi itu. Nina sang tokoh utama dalam film ini diceritakan dengan karakteristik seorang ballerina yang sangat ambisius. Setiap moodnya berkaitan langsung dalam setiap pertunjukan yang dia lakukan dan setiap kemampuannya diukur semata-mata hanya untuk evaluasi Direktur atas pekerjaannya.Di saat teman-temannya mulai menunjukan kualitas yang melebihi standar, membuat dirinya semakin bekerja keras untuk tampil lebih baik.Tekanan-tekanan inilah yang mulai mempengaruhi mental Nina, dia mendadak menjadi paranoid, menjadi gelisah dan bingung akan kehidupannya.

                                BAB 4 
                       KESIMPULAN
                                  

Penderita Kepribadian Ganda (Multiple Personality Disorder atau Dissociative Identity Disorder) Dalam kesehariannya, dua pribadi yang muncul bisa saling mengenal dan bekerja sama. Akan tetapi dalam kasus tertentu, dua pribadi tersebut tidak saling mengenal dan sifatnya bertolak belakang. Dan penderita tidak menyadarinya



 

Hello, this is my blog Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang