(Black Swan)
Nama
Kelompok
1. Bunga
Anggrit S (12514245)
2. Muhammad
Ali Reza (17514073)
3.Neneng
Komariah (17514891)
4.Saniya
(19514998)
Kelas :
2PA04
UNIVERSITAS GUNADARMA
BAB 1
Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Kepribadian ganda atau Dissociative
Identity Disorder (DID) atau Multiple Personality Disorder (MPD) adalah
suatu keadaan terpecahnya kepribadian individu yang memicu akan kehadiaran
kepribadian lain , jadi dengan kata lain adalah seseorang yang memiliki
kepribadian lebih dari satu. Di dalam film “Black Swan” dimana penderita kepribadian ganda itu sendiri adalah seorang
pemeran utama Nina (di perankan oleh Natalie
Portman), yang memiliki ambisi untuk bisa lolos dalam casting pemeran utama untuk
pementasan ballet. Pementasan
ballet ini akan mengusung tema tentang dua saudara kembar , yaitu White Swan
dan Black Swan. Nina harus berusaha keras untuk mendapatkan peran itu. Tentu
bukan hal yang mudah untuk memerankan dua tokoh sekaligus.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa pengertian Dissociative
Identity Disorder (DID) atau Multiple Personality Disorder (MPD) ?
2. Bagaimana gejala dari DID
atau MPD ?
3.Apa Penyebab dari DID atau
MPD ?
4. Bagaimana cara penyembuhan DID
atau MPD?
1.3 Tujuan
Agar kita memahami dan
mengerti apa yang dimaksud dengan Kepribadian Ganda (Dissociative Identity
Disorder / Multiple Personality Disorder) . Bagaimana cara kita mengetahui
orang-orang yang memiliki gangguan mental seperti itu dan mengetahui cara
penanganan apabila kita bertemu orang dengan gangguan mentak seperti delusi
BAB 2
PEMBAHASAN
PENGERTIAN
Apa itu
kepribadian ganda?
Seringkali kita mendengar istilah ‘kepribadian ganda’. Bahkan kadang mengambil kesimpulan secara sepihak ketika menyaksikan seseorang yang sebentar sangat lembut, tapi di lain waktu dapat meledak-ledak. Kepribadian ganda atau Multiple Personality Disorder adalah suatu kondisi di mana kepribadian seseorang terpecah menjadi dua kepribadian atau lebih. Dengan kata lain, kepribadian ganda merupakan keadaan disorientasi berpikir tingkat akut yang menyebabkan penderita tidak sadar akan tindakan, perasaan, ingatan, dan identitasnya. Kepribadian lain muncul karena adanya ketidakpuasan, rasa takut, trauma masa kanak-kanak, perlindungan diri, dan keinginan dari pribadi utama yang tidak dapat diwujudkan.
Dalam kesehariannya, dua pribadi yang muncul bisa saling mengenal dan bekerja sama. Akan tetapi dalam kasus tertentu, dua pribadi tersebut tidak saling mengenal dan sifatnya bertolak belakang. Dan penderita tidak menyadarinya.
Gejala Kepribadian Ganda
1. Depersonalisasi dan derealisasi
Penderita mengalami halusinasi visual. Penderita merasa terpisah dari dirinya serta mengganggap dirinya tidak nyata, di mana penderita merasa mengamati dirinya sendiri, layanknya menonton sebuah film.
2. Amnesia, distorsi, dan penyimpangan waktu
Penderita menemukan dirinya berada di suatu tempat dan kejadian tanpa sadar kapan dan bagaimana bisa sampai ke tempat tersebut.
3. Halusinasi auditori dan keinginan untuk bunuh diri
Penderita mendengar suara-suara di luar dirinya. Dalam beberapa kasus, muncul keinginan untuk bunuh diri.
4. Fluktuasi tingkat kemampuan dan gambaran diri
Proses switching kepribadian menyebabkan kemampuan dan gambaran diri penderita berubah-ubah sesuai kemampuan yang dimiliki oleh masing-masing kepribadian.
5. Depresi
Depresi muncul karena penderita menemukan dirinya dalam suatu kondisi dan ia tidak dapat mengingat mengapa ia ada pada kondisi itu.
Teori Psikoanalisa
Sigmund Freud, melaui teori Psikoanalisa miliknya, mengungkapkan saat seseorang mengalami kejadian buruk, pengalaman tersebut akan ditekan ke alam bawah sadar. Saat seseorang benar-benar tidak bisa menerima suatu kejadian, maka ia akan menciptakan sosok pribadi lain dari dalam dirinya sebagai mekanisme pertahanan diri. Kepribadian-kepribadian baru akan terus muncul jika ada peristiwa yang tidak dapat diatasi.
Penyebab Gangguan Kepribadian Ganda
Ketika kita dewasa, kita memiliki karakter dan kepribadian yang cukup kuat dalam menghadapi masalah-masalah kehidupan. Namun, pada anak yang masih berusia di bawah tujuh tahun, kekuatan itu belum muncul sehingga mereka akan mencari cara lain untuk bertahan terhadap sebuah pengalaman traumatis, yaitu dengan Disosiasi.
Dengan menggunakan cara ini, seorang anak dapat membuat pikiran sadarnya terlepas dari pengalaman mengerikan yang menimpanya.
Menurut Colin Ross yang menulis buku The Osiris Complex (1995), proses disosiasi pada anak yang mengarah kepada kelainan DID terdiri dari dua proses psikologis. Kita akan mengambil contoh pelecehan seksual yang dialami oleh seorang anak perempuan.
Seringkali kita mendengar istilah ‘kepribadian ganda’. Bahkan kadang mengambil kesimpulan secara sepihak ketika menyaksikan seseorang yang sebentar sangat lembut, tapi di lain waktu dapat meledak-ledak. Kepribadian ganda atau Multiple Personality Disorder adalah suatu kondisi di mana kepribadian seseorang terpecah menjadi dua kepribadian atau lebih. Dengan kata lain, kepribadian ganda merupakan keadaan disorientasi berpikir tingkat akut yang menyebabkan penderita tidak sadar akan tindakan, perasaan, ingatan, dan identitasnya. Kepribadian lain muncul karena adanya ketidakpuasan, rasa takut, trauma masa kanak-kanak, perlindungan diri, dan keinginan dari pribadi utama yang tidak dapat diwujudkan.
Dalam kesehariannya, dua pribadi yang muncul bisa saling mengenal dan bekerja sama. Akan tetapi dalam kasus tertentu, dua pribadi tersebut tidak saling mengenal dan sifatnya bertolak belakang. Dan penderita tidak menyadarinya.
Gejala Kepribadian Ganda
1. Depersonalisasi dan derealisasi
Penderita mengalami halusinasi visual. Penderita merasa terpisah dari dirinya serta mengganggap dirinya tidak nyata, di mana penderita merasa mengamati dirinya sendiri, layanknya menonton sebuah film.
2. Amnesia, distorsi, dan penyimpangan waktu
Penderita menemukan dirinya berada di suatu tempat dan kejadian tanpa sadar kapan dan bagaimana bisa sampai ke tempat tersebut.
3. Halusinasi auditori dan keinginan untuk bunuh diri
Penderita mendengar suara-suara di luar dirinya. Dalam beberapa kasus, muncul keinginan untuk bunuh diri.
4. Fluktuasi tingkat kemampuan dan gambaran diri
Proses switching kepribadian menyebabkan kemampuan dan gambaran diri penderita berubah-ubah sesuai kemampuan yang dimiliki oleh masing-masing kepribadian.
5. Depresi
Depresi muncul karena penderita menemukan dirinya dalam suatu kondisi dan ia tidak dapat mengingat mengapa ia ada pada kondisi itu.
Teori Psikoanalisa
Sigmund Freud, melaui teori Psikoanalisa miliknya, mengungkapkan saat seseorang mengalami kejadian buruk, pengalaman tersebut akan ditekan ke alam bawah sadar. Saat seseorang benar-benar tidak bisa menerima suatu kejadian, maka ia akan menciptakan sosok pribadi lain dari dalam dirinya sebagai mekanisme pertahanan diri. Kepribadian-kepribadian baru akan terus muncul jika ada peristiwa yang tidak dapat diatasi.
Penyebab Gangguan Kepribadian Ganda
Ketika kita dewasa, kita memiliki karakter dan kepribadian yang cukup kuat dalam menghadapi masalah-masalah kehidupan. Namun, pada anak yang masih berusia di bawah tujuh tahun, kekuatan itu belum muncul sehingga mereka akan mencari cara lain untuk bertahan terhadap sebuah pengalaman traumatis, yaitu dengan Disosiasi.
Dengan menggunakan cara ini, seorang anak dapat membuat pikiran sadarnya terlepas dari pengalaman mengerikan yang menimpanya.
Menurut Colin Ross yang menulis buku The Osiris Complex (1995), proses disosiasi pada anak yang mengarah kepada kelainan DID terdiri dari dua proses psikologis. Kita akan mengambil contoh pelecehan seksual yang dialami oleh seorang anak perempuan.
Proses
Pertama: anak
perempuan yang berulang-ulang mengalami penganiayaan seksual akan berusaha
menyangkal pengalaman ini di dalam pikirannya supaya bisa terbebas dari rasa
sakit yang luar biasa. Ia bisa mengalami "out of body experience"
yang membuat ia "terlepas" dari tubuhnya dan dari pengalaman
traumatis yang sedang berlangsung. Ia mungkin bisa merasakan rohnya melayang
hingga ke langit-langit dan membayangkan dirinya sedang melihat kepada anak
perempuan lain yang sedang mengalami pelecehan seksual. Dengan kata lain,
identitas baru yang berbeda telah muncul.
Proses Kedua, sebuah penghalang memori kemudian
dibangun antara anak perempuan itu dengan identitas baru yang telah diciptakan.
Sekarang, sebuah kesadaran baru telah terbentuk. Pelecehan seksual tersebut tidak pernah terjadi padanya dan ia tidak bisa mengingat apapun mengenainya.
Apabila pelecehan seksual terus berlanjut, maka proses ini akan terus berulang sehingga ia akan kembali menciptakan banyak identitas baru untuk mengatasinya. Ketika kebiasaan disosiasi ini telah mendarah daging, sang anak juga akan menciptakan identitas baru untuk hal-hal yang tidak berhubungan dengan pengalaman traumatis seperti pergi ke sekolah atau bermain bersama teman
Sekarang, sebuah kesadaran baru telah terbentuk. Pelecehan seksual tersebut tidak pernah terjadi padanya dan ia tidak bisa mengingat apapun mengenainya.
Apabila pelecehan seksual terus berlanjut, maka proses ini akan terus berulang sehingga ia akan kembali menciptakan banyak identitas baru untuk mengatasinya. Ketika kebiasaan disosiasi ini telah mendarah daging, sang anak juga akan menciptakan identitas baru untuk hal-hal yang tidak berhubungan dengan pengalaman traumatis seperti pergi ke sekolah atau bermain bersama teman
Pengobatan
Pengobatan kepribadian ganda dilakukan dengan psikoterapi dan hypnosis. Melalui hypnosis, terapis akan mengungkap semua kepribadian yang terdapat dalam diri penderita. Proses ini berlangsung dengan menghipnosis individu untuk dapat menerima dan bersatu dengan kepribadian lainnya. Pada tahap ini, penderita dapat merasakan semua hal-hal yang dialami kepribadian lainnya, seperti perasaan takut, disakiti, dilecehkan. Dalam kasus tertentu, diperlukan bantuan medis, seperti obat-obatan anti depresan dan anti psikotik untuk mempertahankan pikiran dan perasaan penderita dalam kondisi normal.
BAB 3
SINOPSIS DAN ANALISIS FILM
Pengobatan kepribadian ganda dilakukan dengan psikoterapi dan hypnosis. Melalui hypnosis, terapis akan mengungkap semua kepribadian yang terdapat dalam diri penderita. Proses ini berlangsung dengan menghipnosis individu untuk dapat menerima dan bersatu dengan kepribadian lainnya. Pada tahap ini, penderita dapat merasakan semua hal-hal yang dialami kepribadian lainnya, seperti perasaan takut, disakiti, dilecehkan. Dalam kasus tertentu, diperlukan bantuan medis, seperti obat-obatan anti depresan dan anti psikotik untuk mempertahankan pikiran dan perasaan penderita dalam kondisi normal.
BAB 3
SINOPSIS DAN ANALISIS FILM
Sinopsis
Film Black Swan
Menceritakan tentang seorang
balerina yang memiliki kepribadian lembut bernama Nina yang terobsesi untuk
bisa memainkan peran Queen Swan pada pertunjukan balerina. Dalam perjuangannya
saat mencari feel menjadi dua kepribadian yang berbeda yaitu White
Swan yang lemah lembut dan Black Swan yang arogan dan egois serta
bebas. Cerita klasik yang diangkat untuk pertunjukan tersebut menuntut Nina
untuk memerankan dua karakter yang begitu berbeda dalam satu waktu tentu saja
itu membuatnya kesulitan. Cerita ini terus bergulir dengan memperlihatkan
bagaimana obsesi Nina yang begitu besar agar dapat tampil secara sempurna saat
pertunjukan, sehingga sisi gelap dalam dirinya ikut meronta keluar. Nina yang
begitu diam lemah lembut bertindak nekat dengan mencuri barang-barang Beth
-pemeran Queen Swan pada pertunjukkan sebelumnya- bahkan ia tega melukai Ibunya
saat ia dilarang datang ke pertunjukkannya. Banyak halusinasi yang dibayangkan
oleh Nina seaka-akan itu bukanlah diri Nina yang biasanya, meski pada awalnya
ia tidak menyadarinya tapi pada akhirnya ia sadar jika ia memiliki kepribadian
ganda. Film berdurasi hampir 2 jam ini begitu memperlihatkan alur yang
kompleks, bukan perkara alur maju atau mundur tapi lebih pada sudut pandang
Nina sebagai sosok yang lemah lembut atau sebagai sosok liarnya yang terkadang
hanya imajinasinya semata.
Film ini benar-benar berusaha
menunjukkan pada semua penikmatnya jika manusia tidak selamanya akan menjadi
sosok yang baik ada kalanya manusia akan menunjukkan sisi hitam pada dirinya,
entah apakah ia akan menyadarinya atau tidak. Sedikit membingungkan ketika kita
dihadapkan pada pergantian sosok Nina yang di perankan oleh Natalie Portman,
yang menurut kabar adalah seorang sarjana psikologi dari Universitas Harvard.
Pertama kali mengetahui biodata mengenai pemeran Nina tentu kita akan
mengatakan dia benar-benar lihai dalam memainkan karakternya. Sosok Nina yang
diduga memiliki kepribadian ganda yang dikenal dengan sebutan Multiple
Personality Disorder (MPD) atau juga Dissociative Identity Disorder
(DID). Fsaat awal-awal film ini sosok lain dalam diri Nina tidak begitu
digambarkan dengan jelas pada adegan-adegannya hanya terkadang Nina melihat
sosok lain yang ia ‘kira’ dirinya padahal bukan. Hal itu ditunjukkan saat scane
di dalam kereta saat itu belum ada pengumuman mengenai akan diadakannya
pertunjukkan Black Swan tapi sudah mulai ditunjukkan tanda-tanda jika Nina
mulai berhalusinasi. Lalu saat Nina melewati lorong dan berpapasan dengan
wanita ia melihat jika wanita itu memiliki wajah yang mirip dengannya padahal
bukan. Halusinasi yang dialamai Nina kian sering ketika ia terpilih menjadi
Queen Swan karena sang ‘produser’ belum merasa puas dengan penampilan Black
Swan yang ditunjukkan Nina.
Sisi Gelap dan Sisi Terang
seorang Nina Sawyer
Seorang gadis yang sangat
manis bahkan ibunya memanggilnya sweet heart, dengan usianya yang sudah
menginjak dewasa tentu panggilan seperti itu sangat aneh. Nina yang hanya
tinggal dengan Ibunya benar-benar menggantungkan hidupnya pada sang ibu, ia
terlihat sangat menyayangi ibunya ia adalah gadis penurut. Ibunya juga terlihat
menyayanginya hanya saja jika kita lihat selama film itu terlihat samar jika
Ibunya memaksakan ‘obsesinya’ pada Nina. Saya berpikir jika mungkin saja itu
hanyalah pikiran saya tapi ternyata beberapa teman yang melihatnya pun
berpikiran sama. Sangat samar ibunya menuntut Nina untuk menjadi seperti apa
yang ia inginkan. Mungkin saja Ibunya ingin sekali Nina tetap menjadi gadis
kecil penurut yang menuruti semua keinginannya. Panggilan sweet heart
untuk usia seperti Nina tentu aneh. Bahkan kamar tidur Nina terlihat sangat
kekanakan, begitu banyak boneka yang lebih mengesankan jika yang tinggal di
kamar itu adalah gadis kecil bukan gadis dewasa.
Sosok penurut yang didambakan
oleh Ibunya pun bisa diwujudkan oleh Nina dengan sukses, selama ia hidup ia
selalu menuruti kata-kata ibunya. Tapi tentu tidak selamanya kan anak-anak akan
tetap menjadi anak kecil?
Itulah yang dihadapi oleh
Nina.
Tantangan hidup pertamanya
adalah ketika ia mendapatkan peran Queen Swan. Ia dituntut memerankan karakter
yang berbeda dengan kesehariannya. Dalam mendapatkan feel untuk
memerankan peran tersebut Nina seakan-akan mencoba untuk menjadi pribadi yang
benar-benar baru. Pribadi pembangkang, pribadi yang lebih bebas yang sangat
bertolak belakang dengan dirinya yang dulu.
Sisi pemberontak yang mungkin
tidak pernah ditunjukkan oleh Nina sedikit demi sedikit mulai keluar, dengan
membuat ‘mendalami karakter’ yang ia perankan Nina mampu menunjukkan sisi lain
kehidupannya.
Analisis
Film Black Swan
Penyebab Awal munculnya Gangguan:
Sepertinya
Nina merupakan yang tidak bisa mengingat atau mungkin tidak menyadari jika ia
memiliki pribadi yang lainnya, tapi pada akhirnya Nina sedikit paham jika ada
‘diri’ yang lain yang ada dalam dirinya. Hal ini terlihat pada saat ia berlatih
dan melihat ke arah kaca, gerakan yang dilakukan oleh bayangannya sedikit
lambat. Entah kenapa dalam film-film yang memperlihatkan mengenai kepribadian
ganda selalu menggunakan kaca sebagi media yang menyadarka seseorang jika ia
memiliki kepribadian ganda.
Ciri-ciri Kepribadian Ganda (Multiple
Personality Disorder atau Dissociative
Identity Disorder):
1. Depersonalisasi dan derealisasi .Penderita
mengalami halusinasi visual. Penderita merasa terpisah dari dirinya serta
mengganggap dirinya tidak nyata, di mana penderita merasa mengamati dirinya
sendiri, layanknya menonton sebuah film. Dalam film ini Nina merupakan orang
yang tidak bisa mengingat atau mungkin tidak menyadari jika ia memiliki pribadi
yang lainnya, tapi pada akhirnya Nina sedikit paham jika ada ‘diri’ yang lain
yang ada dalam dirinya. Hal ini terlihat pada saat ia berlatih dan melihat ke
arah kaca, gerakan yang dilakukan oleh bayangannya sedikit lambat
2. Amnesia, distorsi, dan penyimpangan waktu Penderita menemukan dirinya berada di suatu tempat dan kejadian tanpa sadar
kapan dan bagaimana bisa sampai ke tempat tersebut. Dalam film ini diceritakan
ketika Nina diajak pergi kesebuah club malam oleh Lily dan disana Nina
mengalami mabuk berat yang belum pernah ia alami selama hidupnya. Nina juga
melakukan hubungan sex dengan pria yang dikenalkan oleh Lily kepadanya. Selain
itu Nina juga berhubungan sex dengan Lily yang ternyata itu bukanlah sosok Lily
melainkan ‘sosok lain’.
3. Halusinasi. Penderita mendengar suara-suara di luar dirinya. Dalam beberapa kasus,
muncul keinginan untuk bunuh diri. Didalam film ini, Nina menganggap Lily
adalah penyebab utama dirinya berubah dan karena Lily adalah cadangan Nina
dalam memerankan tokoh White Swan dan Black Swan lalu Nina membunuh Lily dengan
pecahan kaca dan memasukan mayat Lily kedalam kamar mandi dan ternyata itu
hanya halusinasi Nina karena setelah ia tampil ternayata Lily datang keruangan
Nina untuk memberinya ucapan selamat atas penampilannya tadi. Karena sebenarnya
adalah Nina menusukan kaca itu kepada dirinya sendiri. Selain itu Nina juga
datang kerumah sakit tempat Beth dirawat. Disitu Nina melihat Beth sangat
frustasi karena posisinya yang
digantikan oleh Nina. Tiba-tiba Beth menusukan pipinya dengan gunting yang
ternyata itu adalah halusinasi Nina dan yang sebenarnya menusukan gunting ke
pipi Beth adalah Nina.
4. Fluktuasi tingkat kemampuan dan gambaran diri. Proses switching kepribadian menyebabkan kemampuan dan gambaran diri
penderita berubah-ubah sesuai kemampuan yang dimiliki oleh masing-masing
kepribadian. Dalam film ini, tantangan hidup pertamanya adalah ketika ia
mendapatkan peran Queen Swan. Ia dituntut memerankan karakter yang berbeda
dengan kesehariannya. Dalam mendapatkan feel untuk memerankan peran
tersebut Nina seakan-akan mencoba untuk menjadi pribadi yang benar-benar baru.
Pribadi pembangkang, pribadi yang lebih bebas yang sangat bertolak belakang
dengan dirinya yang dulu
5. Depresi. Depresi
muncul karena penderita menemukan dirinya dalam suatu kondisi dan ia tidak
dapat mengingat mengapa ia ada pada kondisi itu. Nina sang
tokoh utama dalam film ini diceritakan dengan karakteristik seorang ballerina
yang sangat ambisius. Setiap moodnya berkaitan langsung dalam setiap
pertunjukan yang dia lakukan dan setiap kemampuannya diukur semata-mata hanya
untuk evaluasi Direktur atas pekerjaannya.Di saat teman-temannya mulai
menunjukan kualitas yang melebihi standar, membuat dirinya semakin bekerja
keras untuk tampil lebih baik.Tekanan-tekanan inilah yang mulai mempengaruhi
mental Nina, dia mendadak menjadi paranoid, menjadi gelisah dan bingung akan
kehidupannya.
BAB 4
KESIMPULAN
Penderita Kepribadian Ganda (Multiple Personality Disorder atau Dissociative Identity Disorder) Dalam kesehariannya, dua pribadi
yang muncul bisa saling mengenal dan bekerja sama. Akan tetapi dalam kasus
tertentu, dua pribadi tersebut tidak saling mengenal dan sifatnya bertolak
belakang. Dan penderita tidak menyadarinya
Bogor
