Senin, 13 Maret 2017

Tugas 1 Softkill Psikoterapi





 A.  Pengertian Psikoterapi
Psikoterapi sebagai suatu bentuk perawatan (atau perlakuan, treatment) terhadap masalah yang timbul yang asalnya dari faktor emosi pada mana seorang yang terlatih , dengan terencana mengadakan hubungan profesional dengan pasien dengan tujuan memindahkan, mengubah sesuatu simtom dan mencegah agar simtom tidak muncul pada seseorang yang terganggu pola perilakunya, untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan pribadi secara lebih positif. (Wolberg, 1954)
 Psikoterapi adalah proses jangka panjang, berhubungan dengan upaya merekonstruksi seseorang dan perubahan yang lebih besar pada struktur kepribadian. (Ivey & Simek-Downing, 1980)  
B.  Pengertian Konseling
1.    Konseling adalah suatu hubungan yang bebas dan berstruktur yang membiarkan klien memperoleh pengertian sendiri yang membimbingnya untuk menentukan langkah-langkah positif ke arah orientasi baru. (Rogers, 1942)
2.    Konseling yaitu membantu seseorang agar menyadari reaksi-reaksi pribadi terhadap pengaruh perilaku dari lingkungan dan membantu seseorang membentuk makna dari perilakunya. Konseling juga membantu klien memebentuk dan memperjelas rangkaian dari tujuan dan nilai-nilai untuk perilaku selanjutnya. (Blocher,1966)
3.    Konseling adalah proses dimana seseorang yang mengalami kesultan (klien) dibantu untuk merasakan dan selanjutnya bertindak dengan cara yang lebih memuaskan dirinya, melalui interaksi dengan seseorang yang tidak terlibat yakni konselor. (Lewis,1970)
4.    Konseling yaitu memberikan altenatif-alternatif, membantu klien dalam melepaskan dan merombak pola-pola lama, memungkinkan melakukan proses pengambilan keputusan dan menemukan pemecahan-pemecahan yang tepat terhadap masalah. (Ivey & Simek-Downing, 1980) 

Menurut George & Cristiani (1981) tujuan utama konseling, sebagai berikut :
a. Menyediakan fasilitas untuk perubahan perilaku
Perubahan perilaku yang dikehandaki ialah perubahan yang bagaimana dan selanjutnya bagaimana melakukan perubahan tersebut dengan bantuandari konselor. Konselor perlu menemukan macam-macam cara agar klien mengubahhal-hal yang diperlukan untuk pengembangan dan kemantapan dirinya, termasuk hal-hal yang ada dalam lingkungan kehidupan klien, istilah “milieu therapy” menunjukkan perlunya mengubah lingkungan (manipulasi lingkungan) agar selanjutnya mengubah klien.

b. Meningkatkan ketrampilan untuk menghadapi sesuatu
Seseorang melalui proses interaksi dengan dunia luar,bisa belajar sesuatu sebagai carauntuk menghadapi dan mengatasi masalah. Tergantung dari kemampuan dan keterampilan dasar yang dimiliki, apakah ia akan bisa mengatasi atau tidak. Hal ini bisa diberikan secara sistematis oleh seorang konselor dan inilah salah satu dari tujuan konseling yakni meningkatkan keterampilan untuk menghadapi sesuatu.

c. Meningkatkan kemampuan dalam menentukan keputusan
Dalam batas tertenbtu, konseling diarahkan agar seseorang bisa membuat sesuatu kepuutusan pada saat penting dan benar-benar dibutuhkan, keputusan yang diambil pada akhirnya harus merupakan keputusan yang ditentukan oleh klien sendiri dengan bantuan konselor. Tujuan utama konseling ialah merangsang seseorang untuk melakukan penilaian, menentukan, menerima dan bertindak atas dasar pilihannya.


C.  Letak Perbedaan Antara Psikoterapi dan Konseling

 Perbedaan antara psikoterapi dan konseling yaitu terletak pada tujuannya. Psikoterapi dan konseling memiliki tujuan masing-masing sebagai berikut :
Konseling yakni menitik beratkan pada upaya pencegahan agar penyimpangan yang merusak dirinya tidak timbul. Sedangkan, psikoterapi terlebih dahulu menangani penyimpangan yang merusak dan baru kemudian menangani usaha pencegahannya. (Hahn & MacLean, 1955)

Konseling berhubungan dengan usaha mengatasi klien yang mengalami gangguan kecemasan biasa. Sedangkan, psikoterapi berusaha menyembuhkan klien atau pasien yang menderita neurosis-kecemasan. (Mowrer, 1953)

Konseling berhubungan dengan masalah-masalah perilaku yang timbul karena perannya yang ada. Sedangkan, psikoterapi berhubungan dengan konflik yang ada didalam diri seseorang. (Tyler,1961)
 Konseling berhubungan dengan tujuan untuk memberikan support dan mendidik-kembali. Sedangkan, psikoterapi berhubungan dengan tujuan merekonstruksi kepribadian seseorang. (Wolberg, 1954)
Konseling tujuannya agak lebih terbatas, lebih melibatkan diri dengan mempengaruhi perkembangan seseorang, dengan situasi sesaat dan dengan usaha membawa seseorang agar bisa berfungsi secara adekwat (tepat) sesuai dengan perannya. Sebaliknya, psikoterapi tujuannya lebih sentral, tidak hanya memperatikan saat sekarang, melainkan yang akan datang, jadi usaha untuk mengubah struktur kepribadian yang mendasar. (Stefflere & Grant, 1972)

Blocher (1966) membedakan konseling dengan psikoterapi dengan melihat pada tujuannya, secara singkat sebagai berikut :
     1. Pada konseling : developmental - educative - preventive.
     2. Pada psikoterapi : remediative - adjustive - therapeutic.

 Perbedaan konseling dan psikoterapi disimpulkan oleh Pallone (1977) dan Patterson (1973) yang dikutip oleh Thompson & Rudolph (1983), sebagai berikut :



Referensi :




Suardiman. (2013). Psikologi Konseling. Yogyakarta : Perc. “STUDING”

Gunarsa, Singgih .(2007). Konseling dan psikoterapi. Jakarta : Gunung Mulia



0 komentar:

Posting Komentar

 

Hello, this is my blog Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang