Minggu, 14 Juni 2015

Psikologi umum 2 "PROSES PERSEPSI DAN SENSASI PADA MANUSIA''



Proses  persepsi-sensasi pada manusia
Proses diterimanya stimulus oleh alat indera merupakan proses alamiah atau proses fisik. Stimulus yang diterima alat indera tersebut diteruskan oleh syaraf sensoris ke otak.Proses ini disebut proses fisiologis.Kemudian terjadi proses selanjutnya di otak sebagai pusat kesadaran ,yang mengakibatkan individu menyadari apa yang dilihat ,didengar ,diraba ,dan lain-lain.Proses ini dinamakan proses psikologis.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tahap terakhir dari proses persepsi adalah individu menyadari apa yang dilihat ,didengar atau dirabanya.Respons sebagai bogorakibat dari persepsi dapat diambil oleh individu dalam berbagai bentuk.
Dalam proses persepsi perlu ada perhatian ,karena individu tidak hanya dipaparkan pada stimulus saja ,tetapi pada berbagai macam stimulus.Tidak semua stimulus mendapatkan respons untuk persepsi. Stimulus mana yang akan dipersepsi,tergantung pada perhatian individu bersangkutan.
Faktor-faktor yang berperan dalam persepsi
1.      Objek atau stimulus yang dipersepsi
2.      Alat indera,syaraf-syaraf dan pusat susunan syaraf yaitu otak
3.      Perhatian
                      
Faktor-Faktor Persepsi
1.    Objek yang dipersepsi (external )
 stimulus yang memicu atau meransang alat indera atau reseptor.Walaupun sebagian besar stimulus itu datang dari luar,ada juga stimulus yang datang dari dalam individu yang memersepsi.
2.    Alat indera ,syaraf dan pusat susunan syaraf (Internal )
Alat indera atau reseptor berfungsi untuk menerima stimulus sedangkan syaraf sensori berperan dalam meneruskan stimulus yang diterima reseptor ,kepusat susunan syaraf yaitu otak sebagai pusat kesadaran.Supaya terjadi respons diperlukan syaraf motorik.
3.    Perhatian (Internal)
Agar terjadi proses persepsi diperlukan perhatian,yaitu proses atau tahap pertama sebagai persiapan mengadakan persepsi.Perhatian adalah pemusatan atau pengonsentrasian seluruh aktivitas individu pada satu atau sekumpulan objek.

Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi (External )
Nilai-nilai dalam kebutuhan individu
                             Primary Effect : Pentingnya Kesan Pertama
         Kesan pertama merupakan faktor penting dalam proses persepsi manusia. Setiap orang dari kita pasti memiliki hari yang baik dan hari yang buruk dalam kehidupan kita, bahkan faktor baik dan buruk tersebut dapat mempengaruhi persepsi oranglain terhadap kita. Apakah ketika kita membuat kesan pertama kita pada hari yang baik atau yang buruk.
      Informasi pertama yang kita dapat dari orang lain cenderung mempengaruhi pendapat kita terhadap mereka dibandingkan informasi-informasi selanjutnya. Inilah yang disebut primacy effect sebagai contoh : ketika Budi bertemu dengan Anto seorang yang sangat hebat di bidang Fisika, Budi melihat bahwa Anto ini adalah seorang siswa SMA yang jago Fisika dan menjadi juara kelas, serta ramah dengan siapapun. Kesan pertama Budi akan positif. Setelah itu ketika ia bertemu lagi dengan Anto di kafe, dimana ia duduk sendiri dan setengah mabuk, Budi melihat sisi lain dari Anton. Namun, karena kesan pertama bertemu adalah positif, Budi mengabaikan hal tersebut dan mengira bahwa dia berada di bar sendirian karena adanya sesuatu yang negatif yang menimpanya. Dan Sebaliknya, ketika mereka bertemu, kesan pertama negatif. Dan ketika keesokan harinya mereka bertemu kesan yang terlihat cukup possitif, namun karena awalnya negatif. Maka kesan yang mendominasi justru yang negatif.
Efek kesan pertama ( primacy effect) tidak selalu penting dan akan sangat berkurang dalam tiga kondisi sebagi berikut :
1. Prolonged expose ( paparan yang berkepanjangan)
Prolonged expose cenderung mengurangi pentingnya kesan pertama. Walaupun, membuat kesan pertama yang baik  pada hari pertama bekerja sangat penting, namun anda tidak perlu kuatir karena rekan kerja anda akan mengetahui diri anda yang sebernarnya dengan mengumpulkan informasi dalam jangka panjang, sehingga hal tersebut dapat menghilangkan kesan pertama anda.
2.   Passege of time (Berlalunya waktu)
Seperti yang lainnya, kesan pertama akan dilupakan seiring berjalannya waktu. Jika adanya jangka waktu yang panjang antara kesan pertama dengan kesan selanjutnya, kesan yang terbaru yang lebih mendominasi
3.   Knowledge of primacy effects
Ketika seseorang telah diperingati untuk tidak terpengaruh dengan kesan pertama. Maka primacy effect dapat dikurangi. Dengan adanya Manager atau profesi lainnya yng mampu mempersepsi seseorang secara akurat dapat mengajarkan tentang bahayanya primacy effect, sehingga mengurangi pentingnya primacy effect dalam proses persepsi mereka.
b.    Proximity (kedekatan geografis)
Ini merupakan sebuah hal penting, namun tidak romantis yang menyebabkan ketertarikan. Sangatlah susah untuk jatuh cinta dengan seseroang yang jarang kita temui. Kedekatan fisik dan interpersonal yang dihasilkan sangat penting untuk perkembangan ketertarikan. Sebagai contoh : kamu akan lebih ramah dengan tetangga yang tinggal dekatmu daripada oranglain yang tinggal ditempat yang jauh darimu. Hal ini dikarenakan Proximity meningkatkan ketertarikan, dan pertemuan yang berulang-ulang terhadap seseorang akan meningkatkan rasa suka kita (Zajonc,1968).
c.   Mutual liking                       
Manusia akan lebih tertarik pada orang yang menyukainya daripada orang yang tidak. Menyukai seseorang biasanya akan mengarah pada balasan perasaan yang sama. Mengapa demikian? Alasan pertamanya adalah ketika kita menyukai seseorang, kita akan terlihat lebih menarik secara fisik, khususnya apabila ada sedikit nafsu di dalamnya. Banyak orang yang berkata bahwa jatuh cinta membuat kamu terlihat lebih cantik dan itu benar. Matamu akan lebih menarik, pupil mata akan lebih terbuka ketika kamu melihat seseorang yang kamu anggap menarik secara seksual, dan orang lain akan melihat bahwa pupil yang terbuka sangat menarik secara seksual. Selain itu postur dan gerakan tubuh akan lebih menarik juga. Dengan kata lain, kamu akan lebih memikat secara fisik ketika kamu tertarik dengan seseorang. Alasan yang lain adalah ketika kamu menyukai seseorang, kamu akan bersikap lebih baik terhadap orang tersebut dan bersikap baik membuat kamu kelihatan lebih menarik. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kita cenderung menyukai orang yang memuji kita atau orang yang banyak membantu kita. Akan tetapi akan ada dampak negatif dari pujian dan perhatian yang terlalu banyak. Apabila terlalu berlebihan, khususnya ketika orang tersebut mengira kamu tidak ikhlas dan mempunyai motif yang egois dari pemberian, pujian, dan bantuanmu, hal itu tidak akan mengarahkan perasaannya ke rasa suka dan malah akan membencinya.
 Proses perubahan persepsi dan sensasi 
·       Stimulus
Seperti sudah dikatakan, individu dapat menerima bermacam-macam stimulus pada satu titik waktu tertentu.Ada stimulus yang disadari dan ada yang tidak disadari.Agar dapat disadari individu, stimulus harus cukup kuat.Walaupun perhatian individu cukup besar, tetapi bila stimulus tidak dapat disadari dan karenanya tidak dapat dipersepsi oleh individu bersangkutan. Itu berarti stimulus harus memiliki batas kekuatan minimal agar dapat menimbulkan kesadaran dipihak individu.Batas kekuatan minimal itu dinamakan ambang absolut sebelah bawah atau ambang stimulus. Kurang dari ambang tersebut, stimulus tidak dapat disadari oleh individu.
            Stimulus akan semakin kuat bila keuatan stimulus ditambah, dan dengan penambahan itu orang akan mampu membedakan kekuatan stimulus satu dengan yang lain, tergantung pada ambang perbedaan. Memang ada individu yang dapat dengan tajam membedakan kekuatan stimulus satu dengan yang lain, tetapi ada pula yang tidak.
Akan tetapi penambahan kekuatan stimulus tidak selalu disadari bisa saja pada suatu saat, ketika seseorang akan menambah kekuatan stimulus penambahan kekuatan tersebut sudah tidak dapat disadari. Itu berarti stimulus telah mencapai ambang absolut sebelah atas atau ambang terminal, yaitu kekuatan stimulus maksimal. Dengan demikian rentang antara ambang absolut bawah dan ambang absolut atas atau antara ambang stimulus dan ambang terminal merupakan rentang kekuatan stimulus yang dapat disadari individu.

·       Brain primary area

Otak depan ( Forebrain )
Otak depan, yang merupakan bagian terbesar dari otak, memiliki sisi kiri dan sisi kanan yang disebut hemisphere( belahan ). Hemisphere yang dihubungkan dengan seberkas besar serat(filbers)., bertanggung jawab atas banyak fungsi termasuk belajar dan memori, berbicara dan berbahasa,tanggapan emosional,mengalami sensasi, memprakarsai gerakan-gerakan yang disengaja, perencanaan dan pengambilan keputusan.
Struktur besar yang dibagankan dalam warna oranye pada gambar dibawah ini menunjukkan hanya hemisphere otak depan. Hemisphere otak kiri dan kanan otak depan ditunjukkan diatasnya.

Otak tengah ( Midbrain )
Apabila seorang petinju terkapar tidak sadarkan diri, sebagian penyebabnya terletak di otak tengah.
Otak tengah memiliki pusat ganjaran atau kesenangan, yang diransang oleh makanan,seks,uang,musik,melihat wajah yang menarik, dan beberapa obat-obatan(cocaine) : memiliki area untuk refleks visual dan auditori, seperti secara otomatis menengok ke arah datangnya suara berisik, dan memuat formasi retikular, yang meransang otak depan sehingga siap untuk mengolah informasi dari indera.
Apabila formasi reticular mengalami kerusakan serius misalnya oleh pukulan keras di kepala, orang akan menjadi tidak sadar dan mungkin mengalami koma karena otak depan tidak dapat diransang (steriade,1996 dalam plotnik,2005:73)

Otak belakang (hindbrain)
Struktur dan fungsi otak belakang, yang ditemukan dalam otak yang sangat primitif, seperti otak alligator, tetap konstan tak berubah selama jutaan tahun evolusi.Otak belakang memiliki tiga struktur yang khas : pons,medulla, dan cerebellum.
1.      Pons
Apabila seorang individu mengalami gangguan tidur yang serius, gangguan itu bisa saja ada hubungannya dengan pons. Dalam bahasa latin pons berarti “jembatan”, yang memang sesuai dengan fungsinya.
Pons berfungsi sebagai untuk menghubungkan secara timbal balik pesan-pesan syaraf tulang belakang dan otak. Pons juga membuat bahan-bahan kimia yang dibutuhkan untuk tidur.
2.      Medulla
Apabila seseorang meninggal karena overdosis, penyebab kematiannya diperkirakan ada dua hubungannya dengan medulla.
Medulla yang berlokasi pada puncak syaraf tulang belakang, mencakup sekelompok sel yang mengontrol reflek vital,seperti pernapasan,detak jantung dan tekanan darah.
Alkohol dalam jumlah yang besar, heroin atau obat-obat penyebab depresi lain, menekan fungsi sel dalam medulla dan menyebabkan kematian, karena menghentikan pernapasan.
3.      Cerrebellum
Seseorang yang dicurigai mabuk ketika mengendarai mobil bisa saja tidak lolos tes. Cara mengetesnya adalah pengendara diminta untuk menyentuhkan jari ke hidung secara cepat. Orang mabuk tidak dapat melakukannya karena adanya efek alkohol pada cerrebellum .
 Cerrebellum  yang berlokasi di bagian belakang sekali dan di bawah otak, terlibat dalam mengkoordinasikan  gerakan motorik, tetapi tidak memprakarsai gerakan-gerakan otomatis. Cerrebellum juga terlibat dalam melakukan tanggapan motorik secara tepat waktu, seperti yang dibutuhkan ketika bermain game atau berolah raga,dan dalam mempelajari gerakan otomatis atau refleks,seperti menutup mata terhadap sinyal, yang disebut pengkodisian klasik.
·       Brain association area
Asosiasi area otak proses mendengar dan mengenal nama anda akan    mencakup dua langkah dan dua area otak yang berbeda.
A.    Korteks auditori Primer ( Primary Auditory Cortex)
Langkah pertama dalam mendengarkan nama anda terjadi ketika impuls-impuls syaraf suara mencapai area spesifik dalam cuping temporal,yang disebut korteks auditori primer.Masing-masing cuping memiliki satu korteks auditori primer.
Korteks auditori primer (ditunjukkan dengan warna merah ) yang terletak pada puncak dari setiap cuping temporal, menerima sinyal eletrik dari reseptor dalam telinga dan menstransformasikan sinyal ini ke dalam sensasi bunyi tanpa arti ,seperti bunyi vokal dan konsonan.
Pada titik ini,anda tidak akan mampu mengenal nama anda karena korteks auditori primer hanya mengubah sinyal listrik dari telinga menjadi sensasi basis, seperti suara khusus individu, klik,atau berisik. Supaya sensasi suara tanpa arti ini menjadi kata yang dapat dikenal,maka sensasi suara ini harus dikirim ke area lain dalam cuping temporal yang disebut area asosiasi auditori(Feng& Ratnam,2000,dalam plotnik,2005 :79)
B.     Area asosiasi auditori (Auditory Association Area)
Langkah kedua dalam mengenali nama anda adalah ketika korteks auditori  mengirimkan sinyal eletriknya ke area asosiasi auditori: ada satu area asosiasi auditori dimasing-masing cuping.
Area asosiasi auditori(ditunjukkan dengan warna biru ) yang terletak langsung dibawah korteks auditori primer,mestransformasi informasi sensori basis/dasar, kebisingan atau suara ,menjadi informai auditori yang dapat dikenal,seperti kata-kata atau musik.
Hanya setelah informasi auditori dikirim oleh korteks primer ke area asosiasi auditori,maka anda akan mengenal suara misalnya nama anda,atau kata,atau musik(Feng & Ratnam 200,dalam Plotnik,2005:78). Dengan demikian,lebih tepat dikatakan bahwa anda mendengar dengan otak anda dan bukannya dengan telinga anda. Disamping terlibat dalam mendengar, cuping temporal memiliki area lain yang penting untuk kegiatan berbicara,memahami kata dan kalimat.
·       Personalized perception
Sensasi merupakan tahap pertama stimulus mengenai indera kita, dan persepsi merupakan pengalaman tentang objek, peristiwa, atau hubungan-hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi yang diterima oleh individu. Sensasi dan persepsi keduanya saling berhubungan. Sensasi meliputi 5 macam penginderaan, penglihatan yang dilakukan oleh mata, pendengaran oleh telinga, penciuman oleh hidung, pengecapan oleh lidah, dan peraba oleh kulit.
Kita dapat mengilustrasikan bagaimana persepsi bekerja dengan menjelaskan tiga langka yang terlibat dalam prosesnya.tahap-tahap ini tidaklah saling terpisah benar dalam kenyatannya, ketiganya bersifat continue, bercampur baur, dan berumpang tindih satu sama lain.
1.      Terjadinya stimulasi alat indra (sensory stimulation)
Pada tahap pertama. Alat-alat indra distimulasi (dirangsang): kita mendegarkan alat musik. Kita melihat seorang yang sudah lama tidak kita jumpai. Kita mencium parfum orang yang berdekatan dengan kita. Kiat mencicipi sepotong kue. Kiat merasakan telapak tangan berkeringat ketika kita berjabat tangan.
2.      Stimulasi terhadap alat indra diatur
Pada tahap kedua, rangsangan terhadap alat indar diatur menurut berbagai prinsip. Salah satu prinsip yang  sering digunakan adalah prinsip proksimitas (proximility) atau kemiripan: orang atau pesan secara fisik mirip satu sama lain, dipersepsikan bersama-sama, atau sebagai suatu kesatuan (unity).
3.      Stimulasi alat indra ditafsirkan-dievaluasi
Langkah ketiga ini merupakan proses subjektif yang melibatkan evaluasi dipihak penerima. Penafsiran/evaluasi tidak semata-mata didasarkan pada rangsangan luar, melaikan juga sangat dipengaruhi pengalaman masa lalu, kebutuhan, keinginan, sistem nilai, keyalinan tenyang yang seharusnya, keadaan fisik dan emosi pada saat itu, dan sebagainya yang ada pada kita.


Sumber : Heru Basuki,A.M.(2008).Psikologi umum.Jakarta:Gunadarma.
              
Nama : Neneng Komariah
Kelas : 1pa10
Npm  : 17514891 
DOSEN : Awan Jeminy Putra

0 komentar:

Posting Komentar

 

Hello, this is my blog Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang