A. CBIS dan DATA
1. Definisi
CBIS (COMPUTER BASED INFORMATION SYSTEM)
Definisi mengenai CBIS menurut para
ahli :
Menurut Wahyudi &
Subando (2001) Computer Based Information System (CBIS) atau
sistem informasi berbasis komputer merupakan suatu sistem pengolah data menjadi
sebuah informasi yang berkualitas dan dipergunakan untuk suatu alat bantu
pengambilan keputusan.
Menurut Laudon dan
Laudon (2008), CBIS adalah sistem informasi berbasis komputer untuk pemrosesan
dan penyebaran informasi yang mengandalkan peranti keras dan lunak.
Menurut Goel (2010) Computer
Based Information System (CBIS) menggunakan komputer dan telekomunikasi,
orang dan prosedur pengumpulan, manipulasi, penyimpanan, dan pengolahan data menjadi
informasi.
Dari beberapa
pengertian yang telah diuraikan di atas maka dapat disimpulkan bahwa computer based information system (CBIS)
adalah sistem pengolah data yang berbasis komputer untuk pemprosesan dan
penyebaran informasi.
Evolusi
CBIS
Selama tahun 1980-an dan awal tahun
1990-an, perusahaan raksasa multinasional banyak menyelesaikan pembangunan
sistem informasi global mereka (GIS/ Global Information System), tetapi
masih terdapat beberapa hal lain yang masih harus diselesaikan dalam rangka
menyempurnakan sistem pengelolaan informasi berbasis komputer yang mendunia
ini.
Terdapat 5 jenis evolusi yang
terdapat dalam CBIS atau Computer Based Information System, yaitu :
A.
Berfokus pada Data (SIA)
Nama aplikasi sistem
ini pada awalnya adalah pengolahan data elektronik atau Electronic Data
Processing (EDP), kemudian berubah menjadi Data Processing (DP)
dan Sistem Informasi Akuntansi (SIA).
Menurut Margianti & Suryadi
(1996) SIA merupakan suatu rangkaian yang berkaitan satu sama lain untuk
mendapatkan informasi dari sebuah perusahaan untuk melakukan proses pencatatan
akuntansi. Tugas sistem informasi yaitu pengumpulan data, manipulasi data,
penyimpanan data, dan menyediakan dokumen
B.
Berfokus pada Informasi (SIM)
Menurut Kertahadi (dalam
Fatta, 2007) Sistem Informasi Manajemen (SIM) adalah suatu alat untuk
menyajikan informasi dengan cara sedemikian rupa sehingga bermanfaat bagi penerima.
Menurut Murdick dan Ross (dalam Fatta, 2007) tujuannya adalah untuk menyajikan
informasi guna pengambilan kepurtusan pada perencanaan, pemrakarsaan,
pengorganisasian, pengendalian kegiatan operasi subsistem suatu perusahaan, dan
menyajikan sinergi organisasi pada proses.
C.
Berfokus pada Penunjang Keputusan (SPK)
Sistem Pendukung Keputusan merupakan
suatu sistem interaktif yang mendukung keputusan dalam proses pengambilan
keputusan melalui alternatif-alternatif yang diperoleh dari hasil pengolahan
data, informasi dan rancangan model.
D.
Berfokus pada Komunikasi (Otomatis Kantor)
Pada waktu DSS
berkembang, perhatian juga difokuskan pada otomasisasi perkantoran atau Office
Automation (OA). Aplikasi OA memudahkan komunikasi dan meningkatkan
produktivitas diantara manajer dan pekerja kantor melalui penggunaan alat-alat
elektronik, seperti modem, fax, word processing, e-mail, dan dekstop publishing.
Otomatisasi kantor sendiri berfungsi untuk memudahkan komunikasi serta
meningkatkan kinerja melalui penggunaan alat-alat
elektronik. Kemudian, tujuan dari otomatisasi kantor sendiri adalah
untuk menghindari biaya yang mahal, problem solving pada kelompok, dan
memberikan kontribusi untuk komunikasi antar manajer.
E.
Berfokus
pada Konsultasi
Komputer dapat diprogram untuk
melaksanakan sebagian penalaran logis yang sama seperti manusia, suatu aplikasi
yang dinamakan kecerdasan buatan (artificial intelligence) atau biasa
disebut dengan sistem pendukung kecerdasan sistem pendukung ini memiliki
beberapa karekteristik antara lain adalah belajar atau memahami permasalahan
berdasarkan pengalaman, memberikan tanggapan yang cepat dan memuaskan terhadap
situasi-situasi baru, mampu menangani masalah yang kompleks, memecahkan permasalahan
berdasarkan penalaraan dan menggunakan pengetahuan untuk menyelesaikan
permasalahan.
2. Data
Menurut
Situmorang (2010) data bisa juga didefinisikan sekumpulan informasi atau nilai
yang diperoleh dari pengamatan (observasi) suatu obyek, data dapat berupa angka
dan dapat pula merupakan lambang atau sifat.
A.
Hierarki Data
Hierarki data adalah urutan sebuah
data. Hierarki membentuk sesuatu pada beberapa aturan yang khusus atau berdasarkan
peringkat (misalnya kompleksitas dan tanggung jawabnya). Berdasarkan tingkat
kompleksitas nilai data, tingkatan data dapat disusun kedalam sebuah hierarki,
mulai dari yang paling sederhana hingga yang paling komplek. Konsep pewarisan (inheritance)
merupakan prinsip hierarki ini, dimana metode atau atribut yang ditentukan
dalam sebuah objek kelas dapat diwariskan atau digunakan lagi oleh objek kelas
lain di bawahnya.
Hierarki
data juga dibagi atas enam tingkatan, diantaranya yaitu:
a. Bits
Sistem angka biner yang terdiri atas
dua macam nilai saja, yaitu 0 dan 1. Sistem angka biner merupakan dasar dasar
yang dapat digunakan untuk komunikasi antara manusia dan mesin (komputer) yang
merupakan sekumpulan komponen elektronik dan hanya dapat membedakan dua keadaan
saja (ON dan OFF).
b.
Byte
Bagian terkecil yang dapat dialamatkan dalam memori. Byte merupakan
sekumpulan bit yang secara konvensional terdiri atas kombinasi
delapan bit. Satu byte digunakan untuk mengkodekan satu buah karakter
dalam memori.
c.
Field
Suatu atribut dari
record yang menunjukkan suatu item dari sebuah field. Jadi field ibarat
kumpulan karakter yang membentuk suatu kata.
d.
Record
Kumpulan item yang
secara logic saling berhubungan. Setiap record dapat dikenali oleh sesuatu
yang mengenalinya, yaitu field kunci.
e.
File
Kumpulan record
yang sejenis dan secara logic berhubungan. Pembuatan dan pemeliharaan file
adalah faktor yang sangat penting dalam sistem informasi manajemen yang memakai
komputer. Jadi tabel ibarat kumpulan baris/record yang membentuk satu tabel
yang berarti, misal gambar mewakili tabel nilai mata kuliah MIS.
f.
Database
Database
merupakan kumpulan file-file yang berhubungan secara logis dan digunakan secara
rutin pada operasi-operasi sistem informasi manajemen. Semua database umumnya
berisi elemen-elemen data yang disusun ke dalam file-file yang diorganisasikan
berdasarkan sebuah skema atau struktur tertentu, tersimpan di hardware komputer
dan dengan software untuk melakukan manipulasi data untuk kegunaan tertentu.
Jadi, suatu database menunjukkan suatu kumpulan tabel yang dipakai dalam suatu
lingkup perusahaan atau instansi untuk tujuan tertentu.
B.
Penyimpanan Data sekunder
Menurut Ukar
(2006) penjelasan mengenai 2 (dua) jenis Secondary Storage adalah sebagai
berikut :
a.
Perangkat Simpan Sequential Access
Storage Device (SASD) adalah suatu perangkat simpan yang bekerja secara
sekuensial. Dengan kata lain, perangkat simpan ini bekerja dengan cara membaca
(atau menulis) data secara urut dari awal sampai akhir, tanpa ada kemungkinan
meloncat atau melewati bagian tertentu. Contoh perangkat simpan ini adalah :
kaset atau magnetic tape, punched card, dan punched paper tape. Perangkat
simpan ini sudah jarang dipakai dan relatif lambat, tetapi harganya relatif
murah. Perangkat simpan SASD biasanya digunakan untuk membuat cadangan (backup)
data dan program, karena untuk membuat data cadangan tidak diperlukan kecepatan
tinggi.
b.
Perangkat Simpan Direct Access
Storage Device (DASD) adalah suatu perangkat simpan yang bekerja dengan cara
langsung. Artinya, perangkat tersebut dapat membaca atau menulis langsung
ditempat yang diperlukan.
C. Pemrosesan
Data (Batch, On Line, Real Time)
a. Batch
Batch processing adalah
suatu model pengolahan data, dengan menghimpun data terlebih dahulu, dan diatur
pengelompokkan datanya dalam kelompok-kelompok yang disebut batch. Tiap
batch ditandai dengan identitas tertentu, serta informasi mengenai
data-data yang terdapat dalam batch tersebut. Setelah data-data tersebut
terkumpul dalam jumlah tertentu, data-data tersebut akan langsung diproses.
Tujuan dari sistem ini adalah untuk memperbarui tiga file master;
persedian, piutang, dan analisis penjualan. Perusahaan biasanya memperbarui file
batch mereka secara harian, yang disebut sikulus harian.
b. Online
Online adalah sebagai data yang sebagai refleksi langsung diproses saat
dimasukkan, pengguna biasanya hanya harus menunggu waktu yang singkat untuk
jawaban. Contohnya adalah game, pengolah kata, sistem pemesanan. Pengolahan
interaktif atau online mengharuskan pengguna untuk memasok input.
c.
Real Time
Real time adalah
sistem yang mengendalikan sistem fisik, dimana sistem ini mengharuskan komputer
berespon cepat pada sistem fisik. Bisa juga sebagai mekanisme pengontrolan,
perekaman data, pemrosesan secara cepat sehingga output yang dihasilkan dapat
diterima dalam waktu yang relatif sama. Sistem ini merupakan bentuk khusus dari
sitem online yang diperluas kemampuannya dengan menggunakan sumber daya
konseptual untuk menentukan operasi dari sistem fisik tersebut. Pada sistem real
time, digunakan batasan waktu. Sistem dinyatakan gagal jika melewati
batasan yang ada. Sistem real time banyak digunakan dalam bermacam-macam
aplikasi seperti pada kamera, mp3 players, serta di pesawat dan mobil.
Sistem ini juga sering dijumpai pada peralatan medis, peralatan
pabrik, peralatan untuk riset ilmiah, dan sebagainya.
D. Database dan DBMS
A. Database
Menurut Connolly dan
Begg (2010), database adalah kumpulan berbagai data logika terkait dan
deskripsi, yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan informasi organisasi.
Menurut O’Brien dan George (2010), database adalah kumpulan elemen data yang
terintegrasi yang berhubungan secara logikal. Dari beberapa pengertian yang
telah diuraikan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa database adalah kumpulan
data yang berhubungan secara logikal antara satu file dengan file yang lain
sehingga membentuk satu bangunan data dan disimpan berdasarkan suatu skema
untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan oleh organisasi.
B.
DBMS
Menurut
Connolly dan Begg (2010) Database Management System (DBMS) adalah sebuah
sistem software yang memungkinkan pengguna untuk mendefinisikan, membuat,
me-maintain, dan mengontrol akses ke database.
E. Peranan Database dalam
Psikologi
Peranan database dalam dunia psikologi sangat
fungsional terutama dalam bidang psikologi industri dan organisasi. Pembuatan database
dalam dunia psikologi sangat memudahkan user dalam pencarian data yang
dibutuhkan. Contohnya, jika seorang HRD yang
ditugaskan memberikan penilaian kepada salah satu karyawan maka ia harus
melihat data-data terdahulu yang disimpan pada database yang berisi data-data mengenai identitas karyawan hingga hasil tes
psikologi terdahulu, dan sebagainya. Dengan adanya database tersebut, user
hanya membutuhkan satu primary key untuk mendapatkan data yang dibutuhkan,
sehingga tidak terjadi data ganda. Secara garis besar,
database sangat membantu sebagai penyimpanan dan pencarian data. Selain itu,
data dalam database dapat terjamin kerahasiaannya dan hal ini sangat sesuai
dengan kode etik dalam dunia psikologi dalam menjaga kerahasiaan data-data
ataupun hasil dari pemeriksaan psikologi seseorang.
3. Sistem pakar (SP) dan
Artificial Intelligence (AI)
A. Definisi SP & AI
Menurut Kristanto (1994), sistem
pakar adalah program kecerdasan buatan yang menggambungkan basis pengetahuan
(knowledge base) dengan mesin inferensi. Inferensi adalah suatu proses
memperoleh pengetahuan berdasarkan pengalaman yang terjadi. Menurut Turban
(2010), sistem pakar adalah program komputer yang menirukan seorang pakar
dengan keahlian pada suatu wilayah pengetahuan tertentu. Permasalahan yang ditangani
seorang pakar jelas bukan hanya alogaritma, namun lebih dari itu seorang pakar
biasanya menyelesaikan masalah yang lebih rumit dan pemahamannya sulit utuk di
pahami. Sistem pakar juga demikian, bukan hanya berisi alogaritma namun juga
pengetahuan dan aturan.
Menurut Martin dan Oxmon (dalam
Kusrini, 2008) pada dasarnya sistem pakar diterapkan untuk mendukung aktivitas
pemecahan masalah. Beberapa aktivitas pemecahan yang dimaksud antara lain:
pembuatan keputusan (decision making), pemaduan pengetahuan (knowledge
fusing), pembuatan desain (designing), perencanaan (planning),
prakiraan (forecasting), pengaturan (regulating), pengendalian (controlling),
diagnosis (diagnosing), perumusan (prescribing), penjelasan (explaining),
pemberian nasihat (advising) dan pelatihan (tutoring). Sebagai
contoh, dokter adalah seorang pakar yang mampu mendiagnosis penyakit yang
diderita oleh pasien serta dapat memberikan penatalaksanaan terhadap penyakit
tersebut. Tidak semua orang dapat mengambil keputusan mengenai diagnosis dan
memberikan penatalaksanaan suatu penyakit.
Berdasarkan uraian di atas maka
dapat disimpulkan bahwa sistem pakar adalah program kecerdasan buatan yang menggabungkan
basis pengetahun dengan mesin iferensi untuk mendukung aktivitas pemecahan
masalah.
Artificial Intelligence dapat pula diartikan sebagai rekayasa kecerdasan yang didasarkan pada
kecerdasan manusia. Sesuai dengan kecerdasan manusia, kecerdasan buatan
dicirikan dengan adanya kemampuan untuk bernalar (reasoning) dan
kemampuan untuk belajar dari pengalaman di lingkungan (learning).
Menurut Simon (1987), kecerdasan
buatan adalah sebuah tempat sebuah penelitian, aplikasi dan instruksi yang
terkait dengan pemrograman komputer untuk melakukan suatu hal yang dalam
pandangan manusia adalah cerdas.
Menurut Kristianto (1994),
mendefinisikan kecerdasan buatan merupakan bagian dari ilmu pengetahuan
komputer yang khusus ditunjukan dalam perancangan otomatisasi tingkah laku
cerdas dalam sistem kecerdasan komputer. Artificial Intelligence adalah
sebuah rancangan program yang memungkinkan komputer melakukan suatu tugas atau
mengambil keputusan dengan meniru cara berpikir dan penalaran manusia. Artificial
Intelligence yaitu, ilmu tentang pembuatan mesin yang bekerja untuk
memecahkan masalah dan melakukan pekerjaan yang sulit seperti otak manusia
dalam melakukan hal itu sendiri.
Berdasarkan dari uraian di atas
maka dapat disimpulkan bahwa kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)
adalah sebuah tempat penelitian, aplikasi dan intruksi yang khusus ditujukan
dalam perancangan otomatisasi tingkah laku cerdas dalam sistem kecerdasan
komputer.
B. Sejarah SP sistem pakar & AI
Sistem pakar merupakan program yang
dapat menggantikan keberadaan seorang pakar. Alasan mendasar mengapa Expert
System dikembangkan untuk menggantikan seorang pakar yaitu dapat
menyediakan kepakaran setiap waktu dan di berbagai lokasi, secara otomatis
mengerjakan tugas-tigas rutin yang membutuhkan seorang pakar, bila seorang
pakar akan pensiun atau pergi, lalu menghadirkan atau menggunakan jasa seorang
pakar memerlukan biaya yang mahal dan kepakaran dibutuhkan juga pada lingkungan
yang tidak bersahabat (hostile environment).
Sistem pakar yang baik harus
memenuhi ciri-ciri yaitu memiliki informasi yang handal, mudah dimodifikasi,
dapat digunakan dalam berbagai jenis computer dan memiliki kemampuan untuk
belajar beradaptasi. Kemampuan sistem pakar yaitu menjawab berbagai pertanyaan
yang menyangkut bidang keahliannya, bila diperlukan dapat menyajikan asumsi dan
alur penalaran yang digunakan untuk sampai ke jawaban yang dikehendaki,
menambah fakta kaidah dan alur penalaran sahih yang baru ke dalam otaknya.
Pada sejarah artificial
intelligence, awal pekerjaan dipusatkan seperti game playing (misalnya
audio dengan kecerdasan dan permainan catur (chess player), pembuktian
teorema (theorem proving) pada tugas-tugas formal (formal task).
Tahun 1963, Samual menulis sebuah program yang diberi nama check-er-playing program,
yang tidak hanya untuk bermain game tetapi juga digunakan pengalamannya pada
permainan untuk mendukung kemampuan sebelumnya. Catur juga diterima, karena
banyak sekali perhatian terhadap permainan catur yang merupakan permainan yang
lengkap atau kompleks, program catur di sini situasinya harus seperti dunia
nyata. Kandidat AI harus mampu menghadapi masalah-masalah yang rumit.
Tahun 1950-an adalah periode
usaha aktif dalam Artificial Intelligence. Pada tahun 1951,
program Artificial Intelligence pertama yang bekerja untuk
menjalankan mesin Ferranti Mark I di University Manchester (UK): sebuah
permainan naskah yang ditulis oleh Christopher Strachey dan program permainan
catur yang ditulis oleh Dietrich Prinz. Tahun 1990-an ditandai perolehan besar
dalam berbagai bidang AI dan demonstrasi berbagai macam aplikasi. Lebih khusus DEEP
BLUE, yaitu sebuah komputer permainan catur, mengalahkan Garry Kasparov
dalam sebuah pertandingan 6 game yang terkenal pada tahun 1997. DARPA
menyatakan bahwa biaya yang disimpan melalui penerapa metode AI untuk unit
penjadwalan dalam Perang Teluk pertama telah mengganti seluruh investasi dalam
penelitian AI sejak tahun 1950 pada pemerintah AS.
C. Hubungan
Artifical Intelligence & Kognisi Manusia
Artificial
Intelligence merupakan salah satu bagian ilmu komputer yang
membuat agar mesin (komputer) dapat melakukan pekerjaan seperti dan sebaik yang
dilakukan manusia. Pada awal diciptakannya, komputer hanya difungsikan sebagai
alat hitung saja. Namun seiring dengan perkembangan jaman, maka peran komputer
semakin mendominasi kehidupan umat manusia. Komputer tidak lagi hanya digunakan
sebagai alat hitung, lebih dari itu, komputer diharapkan untuk dapat
diberdayakan untuk mengerjakan sesuatu yang bisa dikerjakan oleh manusia. Sedangkan
Kognisi diartikan sebagai pemahaman terhadap pengetahuan atau kemampuan untuk
memperoleh pengetahuan. Proses yang dilakukan adalah memperoleh pengetahuan dan
memanipulasi pengetahuan melalui aktivitas mengingat, menganalisis, memahami,
menilai, menalar, membayangkan dan berbahasa. Kapasitas atau kemampuan kognisi
biasa diartikan sebagai kecerdasan atau inteligensi. Bidang ilmu yang
mempelajari kognisi beragam, di antaranya adalah psikologi, filsafat,
komunikasi, neurosains, serta kecerdasan buatan.
D. Aplikasi Sistem Pakar
a. ELIZA
Menurut Kusrini (2006) Program yang dipublikasikan oleh
Joseph Weizenbaum pada tahun 1966, yang dapat mengelabui pengguna hingga
mempercayai bahwa mereka sedang bercakap-cakap dengan manusia nyata. Tujuan
dari pembuatan program ini adalah untuk meniru pembicaraan antara seorang
psikolog dan pasiennya, dalam hal ini, Eliza berperan sebagai psikoterapis dan
memberikan saran dan nasihat tentang masalah penggunanya. Kunci metode
operasional Eliza melibatkan rekognisi dari isyarat kata-kata atau kalimat
input, dan output berupa tanggapan yang telah dipersiapkan atau diprogram, yang
dapat meneruskan percakapan dengan suatu cara sehingga tampak bermakna.
b. PARRY
Menurut
Kusrini (2006) Parry dibuat pada tahun 1972 oleh psikiatris Kenneth Colby
ketika di Universitas Stanford. Parry bertujuan untuk merefleksikan pikiran
pasien dengan mental paranoid yang serius. Program ini menjalankan model
mentahan dari prilaku schizophren paranoid berdasarkan konsep, konseptualisasi
dan kepercayaan (penilaian tentang konseptualisasi : penerimaan, penolakan, dan
netral). Ini juga menggunakan strategi percakapan, lebih serius dan merupakan
program lanjutan dari Eliza.
c. NETTALK
Menurut Kusrini (2006) Connectionism adalah gerakan dalam
ilmu kognitif yang berharap untuk menjelaskan kemampuan intelektual manusia
menggunakan jaringan syaraf tiruan (juga dikenal sebagai “jaringan syaraf” atau
“jaring syaraf”). jaringan syaraf disederhanakan model otak terdiri dari
sejumlah besar unit (young analog neuron) bersama-sama dengan bobot yang
mengukur kekuatan hubungan antara unit. Model ini berat efek dari sinaps yang
menghubungkan satu neuron yang lain. Percobaan pada model semacam ini telah
menunjukkan kemampuan untuk mempelajari keterampilan seperti pengenalan wajah,
membaca, dan deteksi struktur gramatikal sederhana. Connectionists telah
membuat kemajuan yang signifikan dalam menunjukkan kekuatan jaringan saraf
untuk menguasai tugas-tugas kognitif. Berikut adalah tiga percobaan terkenal
yang telah mendorong connectionists untuk percaya bahwa JST model yang baik
dari kecerdasan manusia.
Salah satu yang paling menarik dari upaya tersebut adalah
kerja 1987 Sejnowski dan Rosenberg di jaring yang dapat membaca teks bahasa
Inggris disebut NETTALK. Pelatihan ditetapkan untuk NETTALK adalah basis data
yang besar terdiri dari teks bahasa Inggris ditambah dengan output yang sesuai
fonetik-nya, yang ditulis dalam kode yang cocok untuk digunakan dengan
synthesizer pidato. Tape kinerja NETTALK di berbagai tahap pelatihan
mendengarkan sangat menarik. Pada awalnya output random noise. Kemudian, bersih
suara seperti itu mengoceh, dan kemudian masih seolah-olah itu adalah berbahasa
Inggris double-talk (pidato yang dibentuk dari suara yang menyerupai kata dalam
bahasa Inggris). Pada akhir pelatihan, NETTALK melakukan pekerjaan yang cukup
baik mengucapkan teks diberikan. Selain itu, kemampuan ini generalizes cukup
baik untuk teks yang tidak disajikan pada training set.
d. Generalisasi Peranan Artificial
Intelligent (AI) dalam Bidang Psikologi
Komputer yang menggunakan AI dapat digunakan untuk mengumpulkan
informasi tentang objek, kegiatan (events), proses dan dapat memproses sejumlah
besar informasi dengan lebih efisien daripada yang data dikerjakan manusia.
Namun di sisi lain, dengan menggunakan insting, manusia dapat melakukan hal
yang sulit untuk di program pada komputer. Manusia dapat mengenali (recognize)
hubungan antara beberapa hal, menilai kualitas dan menemukan pola yang
menjelaskan hubungan tersebut.
Kontribusi AI dalam psikologi sangat besar, dengan adanya AI
memungkinkan seseorang dapat melakukan proses konseling tanpa harus bertemu
secara tatap muka. Selain itu, tugas-tugas psikolog seperti proses scoring
hasil tes dapat dipermudah pengerjaannya dengan adanya program yang
mendukung di dalam komputer.
Daftar Pustaka
Neneng Komariah / 4PA04/17514891
Amsyah, Z. (2005). Manajemen sistem informasi. Jakarta: PT. Gramedia.
Connolly, T.& Begg, C.(2010). Database system: A Practical approach to design,implementation, and management, fifth edition. Boston: Pearson Education.
Fatta,H. A.(2007). Analisis & perancangan sistem informasi. Yogyakarta: Penerbit Andi.
Goel, A.(2010). Computer fundamentals. India: Darling Kindersley.
Kristanto, H.(1994). Konsep dan perancangan database. Yogyakarta: Penerbit andi.
Kusrini.(2008). Aplikasi sistem pakar menentukan faktor kepastian pengguna dengan metode kuantifikasi pertanyaan. Yogyakarta: Penerbit Andi.
Margianti, E. S & Suryadi, H. S.(1996). Sistem informasi manajemen. Jakarta Universitas Gunadarma .
Simon, H. A.(1978). Sistem pakar teori dan aplikasi. Yogyakarta: Andi Offset.
Situmorang, S. H.(2010). Analisis data untuk riset manajemen dan bisnis. Medan:Ussu Press.
Ukar, K. (2006). Pengenalan komputer. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.
Turban, E. R. & Potter, R. E.(2010). Introduction to information technology third edition. USA: Wiley Publishing.
Wahyudi, K. & Subando,A. M.(2001). Sistem informasi manajemen. Yogyakarta:Gadjah Mada University Press.




















